HNW: Genderuwo Menakutkan, Sering Ingkar Janji Juga

HNW: Genderuwo Menakutkan, Sering Ingkar Janji Juga
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dalam dialog sebelum menutup event Batam Bersyiar, Selasa (5/6/2018) malam di Dataran Welcome to Batam (WTB), Kepulauan Riau. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (HNW) mempertanyakan pantaskah seorang presiden menggunakan istilah seperti genderuwo dan sontoloyo. Menurut Hidayat, genderuwo dan sontoloyo adalah ungkapan-ungkapan yang populer di masyarakat Jawa.

"Tapi, apakah itu layak dipakai oleh seorang presiden?" kata Hidayat di gedung parlemen, Jakarta, Senin (12/11).

Menurut Hidayat, ini memang menjadi bagian yang justru mengingatkan semua agar jangan ada yang berpolitik dengan cara genderuwo.

"Genderuwo itu menakutkan, terlalu banyak berjanji tapi tidak melaksanakan itu juga menakutkan loh, nanti orang-orang tidak percaya dengan yang berjanji," ungkap Hidayat.

Wakil ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, hal menakutkan jika perilaku justru menghadirkan bukan poligik yang mengayomi, tapi membelah publik. Hidayat mengatakan, hal itu jangan pernah dilakukan.

"Harusnya politik kita, politik yang betul-betul mengukuhkan NKRI, mengukuhkan Bhinneka Tunggal Ika, berpedomankan pada Pancasila," ungkap Hidayat.

Jadi, lanjut Hidayat, hal ini sekaligus mengingatkan semuanya karena genderuwo itu merupakan satu hal yang menakutkan. "Dan menakutkan bisa berlaku dengan cara apa pun, dan mari jangan berpolitik yang menakutkan," jelas Hidayat. (boy/jpnn)


Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (HNW) mempertanyakan pantaskah seorang presiden menggunakan istilah seperti genderuwo dan sontoloyo.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News