Rabu, 14 November 2018 – 11:38 WIB

HNW: Jangan Anggap Satu Suara Tidak Berarti

Kamis, 08 November 2018 – 16:11 WIB
HNW: Jangan Anggap Satu Suara Tidak Berarti - JPNN.COM

jpnn.com, TANGERANG - Di hadapan ratusan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan dirinya untuk kedua kalinya bertemu dengan mereka dalam acara yang sama.

“Ini Sosialisasi Empat Pilar yang kedua dengan SPN,” ujarnya ketika mengawali pemaparan sosialisasi.

Dalam acara yang diselenggarakan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, 8 November 2018, HNW mengungkapkan sosialisasi yang dilakukan oleh MPR merupakan amanat dari UU. No. 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. “Dengan demikian kita menjalankan undang-undang,” ujarnya.

Dengan melakukan sosialisasi, menurut Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu, MPR telah mematuhi aturan hukum yang ada. “Sehingga rakyat menjadi percaya,” tuturnya.

Dalam melakukan sosialisasi, disebutkan HNW, MPR menggunakan berbagai metode, seperti lewat cerdas cermat, outbond, focus group discussion, training of trainer, legal drafting, debat konstitusi, seni dan budaya, serta metode lainnya.

Diungkapkan, dirinya merasa kagum saat lomba cerdas cermat Empat Pilar yang peserta datang dari kalangan pelajar SMA. Mereka bisa hafal UUD NRI Tahun 1945, istilahnya dari A sampai Z. “Luar biasa,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, sosialisasi yang dilakukan itu bekerja sama dengan berbagai pihak seperti guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah, perguruan tinggi, TNI, Polri, pekerja atau buruh, dan komponen masyarakat lainnya. “Dari semua yang dilakukan menunjukan posisi sosialisasi sangat jelas legal hukumnya,” ucap pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu.

Dalam sosialisasi yang juga dihadiri oleh Ketua SPN Banten, Ahmad Syaukani, HNW memaparkan bagaimana proses lahirnya Pancasila. Proses itu dimulai dari pidato Bung Karno dalam Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, kemudian Pancasila 22 Juni 1945, hingga 18 Agustus 1945.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar