Honorer K2 Bukan Abdi Politik, Harus Netral!

Honorer K2 Bukan Abdi Politik, Harus Netral!
Ilustrasi Honorer K2. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Seluruh honorer K2 diminta berpikir rasional. Jangan sampai karena agenda pilpres dan pileg malah terpecah belah karena berbeda pandangan politik.

"Sikap netral para pengurus pusat dan koordinator wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) sungguh tepat. Karena honorer K2 harus cerdas berpikir sebagai calon abdi negara. Bukan abdi politik," kata Korwil FHK2I Sulawesi Selatan Sumarni Azis kepada JPNN, Senin (28/1).

Sikap netral ini, lanjutnya, justru melindungi honorer K2. Bila salah satunya menang, honorer K2 harus loyal pada pemerintah mengikuti aturan sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Kalau pilihan sudah ditetapkan tapi tidak menang, nanti honorer K2 yang rugi. Sebab, bisa jadi aturannya tidak akan menguntungkan honorer K2," ujar Sumarni.

FHK2I, lanjutnya, adalah forum perjuangan yang harus terus bergerak untuk melakukan pendekatan dengan para pemegang kebijakan. Bukan sibuk dukung mendukung pasangan capres.

Masalah pilihan, hak privasi di dalam bilik nanti. Jadi siapapun presidennya nanti, seluruh honorer K2 akan tetap berjuang dan tetap loyal dengan pemerintah.

"Tujuan forum ini adalah berjuang untuk jadi PNS, bukan yang lain. Jadi harus tetap fokus, tegak lurus, terus bergerak sampai keinginan kita ke para pemegang kebijakan di pemerintahan ini," tandasnya. (esy/jpnn)


Honorer K2 harus berhati-hati dalam menyikapi perkembangan di pilpres 2019. Jangan sampai rugi karena tidak netral


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News