Rabu, 17 Oktober 2018 – 20:40 WIB

Horor di Apartemen, Anak Band Bantai Tetangga dan Dua Polisi

Senin, 13 Agustus 2018 – 06:54 WIB
Horor di Apartemen, Anak Band Bantai Tetangga dan Dua Polisi - JPNN.COM

Pistol. Foto: pixabay

jpnn.com, FREDERICTON - Kepolisian Kanada menetapkan Matthew Vincent Raymond sebagai tersangka. Raymond membunuh empat orang di New Brunswick, Kanada, pekan lalu. Sampai saat ini, hubungan Raymond dengan empat korban belum jelas.

Menurut BBC, Raymond tertangkap setelah melakukan perlawanan. Jumat pagi pria berumur 48 tahun itu tiba-tiba menembak mati Donald Adam Robichaud dan pacarnya, Bobbie Lee Wright.

Polisi pun langsung datang ke Brookside Drive, lokasi kejadian, untuk menahan Raymond. Namun, Raymond kembali menggila. Dua polisi, Constable Robert Costello dan Constable Sara Burns, tewas. Raymond berhasil ditangkap di apartemennya setelah pasukan bersenjata datang.

Saat ini aparat belum menemukan keterkaitan antara Raymond dan para korban. Satu-satunya petunjuk adalah mereka bertetangga dalam satu kompleks apartemen. "Kaitan itulah yang sedang kami kejar," ujar Wakil Kepala Kepolisian Fredericton Martin Gaudet kepada CBC.

Misteri tersebut bahkan tak bisa dipecahkan keluarga korban. Sepupu Robichaud, Sean Callahan, tak tahu bahwa saudaranya terlibat masalah yang menimbulkan dendam. Menurut dia, pria yang berkarir sebagai anggota band itu jarang dibenci orang. "Dia sangat menyenangkan," ujarnya kepada CityNews Edmonton.

Sementara itu, aparat Kanada pun ikut berduka terkait kematian dua petugas. Burns maupun Costello dianggap sebagai petugas yang baik. "Kami semua dalam proses penyembuhan. Saat ini saya fokus ke keluarganya (Burns). Orang lainnya (pelaku) tak penting. Tapi, dia pun pasti punya keluarga yang juga melalui proses penyembuhan," ujar Brian Jones, rekan kerja Burns.

Judith Aguilar, perempuan yang pernah bertemu pelaku, mengaku kaget dengan kasus pembunuhan tersebut. Saat bertemu untuk pengisian aplikasi sewa, agen properti itu tak melihat sesuatu yang aneh dalam diri Raymond. "Dia tak seperti orang yang terganggu mentalnya," ujarnya kepada CBC.

Saat pertama bertemu, Raymond menggunakan kacamata hitam dan helm sepeda. Memang, dia pergi ke mana-mana dengan sepeda yang kelihatan mahal. Sepengetahuannya, Raymond memang tinggal sendiri. "Semua orang di kantor juga merasa dia orang yang normal. Karena itu, ini sangat mengejutkan saya," jelasnya. (bil/c10/dos)

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar