IAI Ajukan Tiga Proposal Penelitian Terkait Penanganan COVID-19

IAI Ajukan Tiga Proposal Penelitian Terkait Penanganan COVID-19
Ilustrasi tes virus corona. Foto: Ricardo/JPNN

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat pemberian TehDia dan VipAlbumin sebagai pengobatan ajuvan pada pasien Covid-19, khususnya dalam menurunkan sitokin proinflamasi, mempercepat perbaikan klinis, mengurangi tingkat kematian dan memperpendek masa rawat inap, dan mengurangi risiko penularan Covid-19.  

Proposal kedua adalah Uji Klinis ‘Innamed-Cov’: Herbal Imunomodulator Pendukung Terapi Covid-19’ dengan Tim Pengusul dari UGM, UNAIR, IAI, GP Jamu, PT Deltomed Laboratories, PT Agaricus Sido Makmur, PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), BPOM, diketuai oleh Prof Dr apt Zullies Ikawati.  

Penelitian ini akan melakukan uji klinik untuk mengeksplorasi tiga produk hebal asli Indonesia, yang memiliki keunikan masing-masing, baik dalam bentuk maupun kandungannya, sebagai imunomodulator yang dapat mendampingi terapi standar Covid-19.

Tiga produk tersebut adalah OB Herbal dari PT Deltomed Laboratories, Soman-2 produksi PT Harvest Gorontalo Indonesia, dan Power Zip dari PT Agaricus Sido Makmur Sentosa.  

Sementara proposal ketiga adalah ‘InaTeP (Indonesia TelePharmacy): Inovasi Telepharmacy dalam Pelayanan Apoteker di Masa Pandemik Covid-19 di Indonesia’. Adapun tim pengusul adalah IAI, ITB, Unpad dengan mitra CV Channa Striatas Mediatek ( SIAP), PT Mensa Medika Investama (Halodoc), dan PT Medika Teknologi Group (PSEF) diketuai oleh Prof apt Ketut Adnyana, MSi, PhD.  

Riset ini bertujuan untuk membuat petunjuk teknis telefarmasi pelayanan apoteker di Indonesia dan menghasilkan produk aplikasi telefarmasi terintegrasi yang memenuhi aspek legalitas dan standar pelayanan kefarmasian.(mg7/jpnn)

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengajukan tiga proposal penelitian untuk penanganan penyakit COVID-19.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News