ICW dan MAPPI Telisik Moralitas 12 Kandidat

Diberi Waktu Hingga 14 Agustus

ICW dan MAPPI Telisik Moralitas 12 Kandidat
ICW dan MAPPI Telisik Moralitas 12 Kandidat
JAKARTA -- Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK), Patrialis Akbar mengatakan, pihaknya memberi waktu lebih kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI), untuk menelisik track record atau rekam jejak 12 kandidat pimpinan KPK. Kedua LSM yang dijadikan mitra pansel ini diberi waktu mengumpulkan data lebih banyak sampai 14 Agustus nanti.

"Nanti tanggal 14 kita akan ketemu lagi untuk lihat hasilnya," kata Patrialis usai rapat bersama ICW dan MAPPI, Jumat (6/8) sore di Gedung Kemenkumham. Dalam pertemuan itu, kata Patrialis, kedua LSM sudah menyampaikan rekam jejak beberapa kandidat. Tetapi belum menyeluruh dan belum ada nama. Pada kesempatan itulah kedua LSM meminta tambahan waktu untuk mengumpulkan informasi.

Patrialis menyebutkan, selain meminta bantuan ICW dan MAPPI, Pansel juga punya agenda sendiri dalam rangka profile assessment para kandidat ini. Pansel antara lain akan meminta klarifikasi dengan beberapa institusi terkait misalnya kepolisian, kejaksaan, Mahkamah Agung, KPK dan PPATK mengenai rekam jejak kandidat. Pansel pun akan mencari tahu apakah ada di antara kandidat yang pernah masuk menjadi anggota parpol.

"Kita juga akan surati tempat kerja asal kandidat, awalnya mereka kerja di mana," tambah dia. Dalam hal ini, ICW dan MAPPI, menurutnya, akan lebih konsen pada pengumpulan data mengenai bagaimana keseharian kandidat dan latar belakang moralitasnya.

JAKARTA -- Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK), Patrialis Akbar mengatakan, pihaknya memberi waktu lebih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News