Ida Fauziyah: Kami Dorong BLK Gandeng Industri untuk Perluas Kesempatan Kerja

Ida Fauziyah: Kami Dorong BLK Gandeng Industri untuk Perluas Kesempatan Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan mengintruksikan kepada para pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas agar bersinergi dengan dunia industri. Foto: Kemnaker

Kemudian, lanjut perempuan kelahiran Mojokerto itu, menjadikan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar yang dilaksanakan pada saat ini.

Arah kebijakan program ini adalah mengubah secara total BLK sebagai Balai Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

"Sebagai contoh, Kemnaker membangun BLK komunitas di sekitar lokasi Danau Toba sebagai dukungan penyediaan SDM pekerja pariwisata untuk memajukan pariwisata Danau Toba. Keberadaan BLK Komunitas ini harus disinergikan dengan dunia industri pariwisata di sekitarnya," beber dia.

Menaker Ida  menyebut sejumlah pihak yang penting dijadikan mitra dengan BLK Komunitas bidang pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan asosiasi tour guide.

Hal itu guna mengetahui standar pelayanan yang baik terhadap konsumen atau turis.

"Taruhlah BLK Komunitas yang ada di Simalungun tidak gandengan tangan dengan hotel yang ada di Parapat, dia tidak tau bagaimana sebaiknya melatih housekeeping sesuai standar hotel yang benar," ungkapnya.

Begitu juga, lanjutnya, jika tidak menggandeng asosiasi tour gudie, BLK Komunitas tour guide akan kesulitan melatih peserta pelatihan.

"Tidak tahu bagaimana sejarahnya, bagaimana meletusnya gunung itu," terangnya.

Kementerian Ketenagakerjaan mengintruksikan kepada para pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas agar bersinergi dengan dunia industri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News