Jumat, 16 November 2018 – 04:22 WIB

Ikan Melimpah, Nelayan Tagih Janji Bu Susi

Senin, 05 November 2018 – 11:20 WIB
Ikan Melimpah, Nelayan Tagih Janji Bu Susi - JPNN.COM

jpnn.com, JEMBRANA - Ikan tangkapan nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali sedang melimpah. Namun, efeknya adalah harga ikan menjadi terlalu rendah.

Ikan tangkapan nelayan Jembrana yang masuk tempat pelelangan ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dalam dua bulan terakhir meningkat sangat drastis. Pada bulan September lalu, total ikan yang masuk TPI sebanyak 1.280.654 kilogram dengan nilai Rp 11,2 miliar.

Sebulan kemudian atau Oktober, ikan tangkapan nelayan naik dua kali lipat menjadi 2.102.722 kilogram. Namun nilai harganya hanya Rp 10,06 miliar.

Harga ikan di Jembrana hanya berkisar Rp 5 ribu. Bahkan, ikan dengan kualitas rendah untuk tepung hanya Rp 3 ribu per kilogram.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jembrana I Made Widanayasa mengungkapkan, harga ikan yang cukup rendah adalah jenis tongkol dan layang. “Memang sesuai dengan mekanisme pasar, ketika melimpah harganya anjlok,” katanya seperti diberitakan Radar Bali.

Menurutnya, HNSI Jembrana telah menggelar pertemuan pada akhir pekan lalu guna membahas masalah harga ikan yang anjlok. Widayanasa menegaskan, harus ada campur tangan pemerintah agar harga ikan tak anjlok gara-gara mengikuti mekanisme pasar.

Karena itu HNSI Jembrana mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merealisasikan janjinya saat berkunjung ke Jembrana beberapa waktu lalu. “Sudah kami sampaikan pada HNSI provinsi agar segera disampaikan ke pusat mengenai masalah yang dihadapi nelayan Jembrana,” terangnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan pada 10 Oktober 2018 berjanji akan membantu nelayan agar harga ikan tidak terlalu murah. Semestinya harga di atas Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar