Iming-iming Seragam, Anak SD Dicabuli Ayah Tiri

Iming-iming Seragam, Anak SD Dicabuli Ayah Tiri
ilustrasi

jpnn.com - SURABAYA--Kasus pencabulan menimpa seorang bocah kelas V SD. Sebut saja namanya Citra. Pelakunya adalah Koe-Koe Budiono, ayah tirinya. Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.


Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, korban melapor ke polisi Senin siang (15/2) dengan diantar ayah kandungnya. Sebelumnya, kepada ayahnya, korban mengaku dicabuli saat tidur di rumah ibunya.

 "Anak ini korban perceraian orang tuanya. Ibunya menikah lagi dan suami barunya itu pelaku pencabulan," cerita sumber Jawa Pos di kepolisian.

Sejak pertengahan 2014, ibu kandung korban tinggal dengan Koe-Koe di sebuah rumah kos di kawasan Ploso. Citra memutuskan untuk tinggal bersama ayah kandungnya. Meski begitu, Citra kerap menyambangi kos ibunya. Sekilas, Koe-Koe juga menganggap Citra seperti anak kandung sendiri. Bahkan, Citra juga kerap menginap di sana.

Minggu malam (14/2), gadis berusia 12 tahun itu kembali menginap di rumah ibunya. Meski berukuran kecil, Citra mengaku nyaman tidur di sana. Kasur di rumah itu hanya ada dua. 

Perbuatan asusila itu dilakukan Koe-Koe saat Citra terlelap. Ibunya juga sama-sama terlelap. Koe-Koe dan istrinya tidur seranjang, sedangkan Citra tidur di tempat tidur sendiri. "Alat vital korban diraba-raba oleh pelaku," imbuhnya.

Saat pulang ke rumahnya di Jalan Kalimas Baru, Citra langsung mengadu kepada ayahnya. Mendengar cerita anaknya, tanpa pikir panjang si ayah langsung melaporkannya ke polisi.

Dari keterangan Citra kepada penyidik, terungkap bahwa dia meminta dibelikan seragam sekolah. Koe-Koe berjanji membelikannya. Entah itu tulus atau hanya iming-iming agar korban mau dicabuli. Namun, Koe-Koe membantah telah merayu anak tirinya dengan seragam sekolah. Senin malam polisi langsung meringkus pria tersebut. Namun, dalam pemeriksaan, dia tidak mengakui telah meraba-raba kemaluan korban. "Visum belum keluar. Dari informasi sementara, selaput dara korban memang robek," jelas salah seorang penyidik.

Secara terpisah, Kanit PPA AKP Ruth Yeni mengakui bahwa pihaknya menahan Koe-Koe. Namun, dia belum mau memberikan banyak keterangan. "Memang ada, tapi itu masih dalam tahap penyidikan. Pemeriksaannya belum tuntas," tegas Ruth. (eko/did/c6/fat/flo/jpnn)
 



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News