Impor Beras Tak Bisa Dihindarkan

Beras Wangi Untuk Kalangan Menengah

Impor Beras Tak Bisa Dihindarkan
Impor Beras Tak Bisa Dihindarkan
Karena itu guna memenuhi kebutuhan beras dalam negeri maka cara satu-satunya adalah dengan mengimpor beras dari negara lain. ”Impor beras untuk pemenuhan dalam negeri tidak bisa dihindari. Apalagi beras merupakan makanan pokok warga Indonesia. Kalau tidak ada diversifikasi pangan maka impor beras bisa terus terjadi,” ungkapnya.

Importasi beras itu juga termasuk beras ketan serta beras khusus seperti beras basmatik, japonica, beras kukus dan beras wangi. ”Nah, untuk beras wangi impor ini merupakan beras yang dikonsumsi masyarakat menengah hingga masyarakat atas. Istilahnya masyarakat yang ekonominya sudah mapan,” terang juga mantan Direktur Bina Usaha, Kementerian Pertanian (dulu Departemen Pertanian, Red) ini.

Beras wangi disukai masyarakat kalangan menengah dan atas, lantaran rasa nasinya pulen. Adapun ciri-ciri beras wangi yang pertama yakni aromanya  harum, warnanya putih bersih dan seragam serta kualitasnya terbaik. ”Beras ini memang dikhususkan bagi warga yang ekonominya bagus. Tapi warga lainnya, dipersilahkan membeli beras jenis ini tapi harganya memang lebih mahal,” ungkapnya juga.

Importasi beras khusus yang berasal dari Vietnam dan Thailand ini sudah sesuai keputusan Pokja Perberasan Nasional dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Sejak ada keputusan Pokja Perberasan Nasional pada Desember tahun 2011 lalu, beras khusus tersebut, dapat dipasarkan di pasar umum, supermarket, sentra penjualan beras dan toko khusus penjualan beras besar,” ungkap juga mantan Dirut PT Pertani (Persero) ini lagi.

MASIH tingginya konsumsi beras di tanah air yang mencapai 139 kg/tahun perkapita, membuat kebutuhan beras terus membengkak. Apalagi, seiring terus

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News