Indonesia Bisa Berhenti Gunakan Bahan Bakar Fosil pada 2045

Indonesia Bisa Berhenti Gunakan Bahan Bakar Fosil pada 2045
Calon Anggota DPD RI dari Provinsi Lampung Petrus Tjandra menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia (UI) dengan tema "Peran dan Kontribusi FMIPA UI dalam Pengembangan Riset dan Peningkatan Nilai Sawit Indonesia" di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/08/2023). Foto: Dokumentasi pribadi

Menurut Petrus, petani sawit masih banyak yang menyepelekan kualitas bibit dan masih banyak yang salah memilih waktu panen.

“Kerap kali saat terdesak kebutuhan maka buah yang masih mentah dipotong. Padahal kadar minyaknya baru empat belas persen. Malah takut memetik saat matang karena petani khawatir busuk,” tuturnya.

Selain itu, menurut Petrus, penting juga dibangun fasilitas pengolahan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi panen. Hal tersebut dapat mengurangi terjadinya kebusukan pada sawit, saat dikirim ke lokasi pengolahan.

"Lantas bagaimana agar sawit yang dipetik benar-benar matang dan tidak ada kekhawatiran menjadi busuk ketika dikirim dari petani ke pabrik? pabrik harus lebih dekat dengan kebun sehingga memangkas jarak dan efisiensi waktu," kata Petrus.

Petrus Tjandra yang telah mendaftar sebagai calon anggota DPD RI Lampung itu lebih lanjut menerangkan bahwa penggantian bahan bakar fosil menjadi biodiesel adalah untuk kepentingan lingkungan.

Oleh karena itu, pengolahan sawit tidak boleh justru berdampak pada pemanasan global.

Menurut dia, metode metode dry heated atau pengeringan dengan udara panas dapat digunakan. Metode tersebut bisa tidak menambah emisi gas rumah kaca.

Saat ini di Indonesia terdapat sekitar enam belas juta hektare lahan sawit. Jika semua lahan sawit tersebut dikelola dengan baik sehingga per hektare dapat menghasilkan 25 ton tandan buah segar, bukan tidak mungkin target produksi sawit 100 juta ton dapat tercapai.

Indonesia punya pengganti bahan bakar fosil dan bisa berhenti menggunakan bahan bakar fosil pada 2045 mendatang dengan memanfaatkan biodiesel.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News