Indonesia Butuh Sosok Teladan Dalam Berperilaku Sesuai Pancasila

Indonesia Butuh Sosok Teladan Dalam Berperilaku Sesuai Pancasila
Wakil Ketua MPR Dr. Jazilul Fawaid SQ, MM (tengah) bersama Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo saat diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat’ di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/9). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Dr. Jazilul Fawaid SQ, MM mengatakan tema tentang Pancasila selalu hangat sebab Pancasila adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila merupakan azimat yang ditemukan oleh para pendiri bangsa,” ujar Gus Jazil sapan Jazilul Fawaid saat diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat’ di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/9).

Selain Jazilul Fawaid, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah anggota MPR dari Kelompok DPD RI Dr. Agustin Teras Narang dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo.

Menurut Gus Jazil, sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

“Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB ini.

Gus Jazil mengingatkan keberadaan Pancasila tidak perlu dipertentangkan dengan agama.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menyebut cita-cita Pancasila sangat ideal namun dirinya mengakui antara idealnya Pancasila dengan realita yang ada di masyarakat sering tidak nyambung.

“Sering tidak nyambungnya antara cita-cita Pancasila dan realita yang ada,” ungkap Gus Jazil sembari menambahkan, hal demikian menjadi masalah.

Indoensia butuh sosok teladan dalam berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila sehingga Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian di masyarakat.