JPNN.com

Indonesia Kirim Pasukan Terbaik ke China Open 2019

Senin, 16 September 2019 – 15:40 WIB Indonesia Kirim Pasukan Terbaik ke China Open 2019 - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menuturkan pentingnya ajang China Open 2019 (level super 1000) yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Selasa (17/9) hingga Minggu (22/9).

Saat ini para pemain terus mengumpulkan poin untuk merebut tiket olimpiade Tokyo 2020. Salah satu kesempatan besar ialah China Open 2019, yang menawarkan total hadiah USD 1 juta dan juga poin yang tinggi.

Menurut Susy, peluang Indonesia untuk meraih gelar juara di China Open tahun ini bisa bersumber dari ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra. Namun, dua nomor terakhir masih belum stabil.

"Saat ini yang paling stabil memang ganda putra, tetapi ada beberapa sektor yang punya kesempatan yaitu ganda campuran dan tunggal putra. Tahun lalu di China Open dan juga di Asian Games 2018, Indonesia juga dapat gelar dari tunggal putra," kata Susy seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

"Ganda campuran pun waktu itu bisa mengalahkan yang juara. Namun, kalau ketemu yang enggak juara, masih kalah juga. Jadi masih belum konsisten, belum yakin. Sebetulnya kematangan pemain itu bisa tertempa dari pertandingan demi pertandingan, banyak pengalaman dan pembelajaran," sambungnya.

Susy menambahkan bahwa di turnamen China Open 2019 ini, para atlet bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dan membaca peluang dalam menghadapi lawan. Saat ini penghitungan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 semakin sempit dan akan berhenti di kejuaraan Badminton Asia Championships April 2020.

Di China Open 2019 ini, Indonesia mengirim seluruh pasukan terbaiknya. Ganda putras rangking satu dunia, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya, serta juara bertahan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting akan berlaga di turnamen ini.

Tim Indonesia akan mulai latihan dan menjajal arena pertandingan malam ini, Senin (16/9), mulai pukul 18.00 waktu Changzhou, atau sekitar pukul 17.00 WIB. (bi/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...