Ingat Anas, Shangrila dan Lijiang

Oleh Dahlan Iskan

Ingat Anas, Shangrila dan Lijiang
Dahlan Iskan.

Selama ini Anas juga melarang jaringan Indomaret di Banyuwangi. Juga Alfamart. Juga mart-mart sejenis. Agar tidak membunuh warung  tradisional.

Kini Anas lagi merintis kelanjutan dari larangan itu: membina kios-kios rakyat. Agar  bisa memanfaatkan teknologi baru. Dalam satu jaringan Apps.

Anas sudah mempunyai program sejenis. Sudah berpengalaman. Ia anggap sukses. Ia bangga-banggakan. Itu tadi: home stay. Setelah  hotel bintang 3 dilarang di Banyuwangi.

Home stay di Banyuwangi kini sudah mewabah,” kata Anas.

“Itu karena teknologi," tambahnya. “Sudah masuk jaringan bisnis online."

Misalnya Traveloka. Dengan demikian mencari home stay sudah sama mudahnya dengan mencari kamar hotel.

Anas lantas mendemonstrasikannya. Seolah sedang mencari home stay. Lewat handphone-nya. Banyak tanda merah di layar. Pertanda fully booked.

Kini pemilik rumah di desa-desa bisa jadi pengusaha hotel. Satu atau dua kamar. Di pekarangan mereka. Yang alami. Misalnya di desa lereng gunung Ijen.

Jangan bangun hotel bintang tiga. Di Banyuwangi. Apalagi bintang 2. Atau bintang 1. Lebih-lebih hotel kelas melati. Bupati Banyuwangi tidak akan memberi izin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News