Ingat Pak Ahok, Di Indonesia Ada Bhineka Tunggal Ika

Ingat Pak Ahok, Di Indonesia Ada Bhineka Tunggal Ika
Peneliti utama pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA), merupakan hal yang alamiah digunakan sebagai komoditi politik. Bahkan, menurut peneliti utama pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, isu SARA juga dimainkan oleh negara maju seperti Amerika Serikat.

"Di Amerika Serikat saja, Donald Trump masih memainkan isu anti-Islam dan anti-imigran. Trump sengaja memainkan itu untuk menarik dukungan kaum kulit putih," kata Siti kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (21/7), menyikapi adanya indikasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan memainkan isu SARA di Pikada DKI Jakarta.

Di Indonesia lanjutnya, isu SARA tidak begitu bisa dimainkan karena ada pilar berbangsa dan bernegara yang dikenal dengan Bhineka Tunggal Ika.

"Namun sikap dan perilaku Ahok yang selalu menuai perlawanan, dan Ahok nampaknya memang berinvestasi di hal-hal yang sangat sensitif ini, maka isu SARA sangat mungkin akan dimainkannya," ujar Siti.

Pada hal ujar Wiwik sapaan Siti Zuhro, tingkah laku Ahok tersebut akan jadi bumerang buat dirinya sendiri sebab PDI Perjuangan (PDIP) anti-isu SARA.

"PDIP paling tidak suka dengan isu SARA. Beda dengan Partai Golkar yang akhir-akhir ini tengah merosot popularitasnya sehingga mengabil posisi pendukung Ahok. Tapi ingat, Golkar tidak cukup kursi di DPRD DKI untuk mengusung Ahok. PDIP malah lebih karena punya 28 kursi dari 22 kursi yang diisyaratkan. Fakta inilah yang membuat PDIP harus mengusung kadernya sendiri," pungkas Wiwik.(fas/jpnn)


JAKARTA - Isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA), merupakan hal yang alamiah digunakan sebagai komoditi politik. Bahkan, menurut peneliti


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News