Ini 3 Strategi Kemendag dalam Tingkatkan Ekspor Produk Halal

Ini 3 Strategi Kemendag dalam Tingkatkan Ekspor Produk Halal
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menuturkan Indonesia berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia.

Hanya saja untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, swasta, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan publik secara umum.

Hal itu disampaikan Mendag saat menjadi narasumber webinar bertajuk 'Penguatan Sinergisitas antara Badan Penyelenggara Sertifikasi Halal, Pengusaha, Pegiat Halal, dan Stakeholders Lainnya untuk Menghadapi Pasar Global Produk Halal', pada Kamis (29/10) lalu.

Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Agama pada International Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.

“Melalui webinar ini diharapkan para pemangku kepentingan bisa duduk bersama, bersinergi, serta mencari solusi terbaik dengan mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi peningkatan ekspor produk halal Indonesia,” tutur Mendag.

Mendag menjelaskan, industri halal memiliki peran yang cukup signifikan atas performa positif neraca perdagangan.

Pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negaranegara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD 2,46 miliar.

“Sebagian besar negara anggota OKI dengan mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki tuntutan standar pemenuhan atas jaminan produk halal yang cukup tinggi. Hal ini menjadikan negara-negara OKI sebagai pasar dengan peluang yang besar,” kata Mendag.

Industri halal memiliki peran yang cukup signifikan atas performa positif neraca perdagangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News