Ini Sangat Aneh, Bagaimana Mungkin Korea Utara Menangani Corona Tanpa Air Bersih dan Sabun?

Ini Sangat Aneh, Bagaimana Mungkin Korea Utara Menangani Corona Tanpa Air Bersih dan Sabun?
Banyak pihak yang skeptis dengan pernyataan Korea Utara bahwa tidak ada kasus COVID-19 di sana. (Korean Central News Agency via AP, file)

"Korea Utara sangat khawatir di masa-masa awal karena pemimpin mereka mengerti betul bagaimana rezim otoriter bekerja," kata Dr Chen.

"Mereka tahu apa yang terjadi. Itulah mengapa mengapa mereka menutup perbatasan sebelum lockdown di Wuhan."

Layanan kesehatan yang lemah dan warga yang rentan

Ini Sangat Aneh, Bagaimana Mungkin Korea Utara Menangani Corona Tanpa Air Bersih dan Sabun? Photo: Menurut seorang pakar, rumah sakit di Korea Utara banyak yang sudah tua dan bangunannya tidak layak lagi. (Lee Jae-Won: Reuters)

 

Katharina Zellwegger, pakar kesehatan dari Stanford University di Amerika Serikat, mengatakan sebelum wabah virus corona, Korea Utara sudah mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk layanan kesehatan.

"Layanan kesehatan di sana, menurut pendapat saya, sudah ditelantarkan oleh organisasi bantuan internasional, hanya beberapa saja yang bekerja di sektor ini," kata katharina.

"Rumah sakit yang ada kebanyakan sudah tua dan bangunannya sudah rusak. Peralatannya juga banyak yang sudah kuno dan persediaan obatnya terbatas."

Courtland Robinson dari Johns Hopkins University mengatakan banyak rumah sakit bahkan tidak memiliki akses untuk mendapatkan bahan bakar ataupun air bersih, sementara peralatan canggih "tidak berfungsi atau tidak tersedia."

"Infrastruktur kesehatan publik lemah dan sudah tidak mendapat pendanaan memadai selama puluhan tahun."

Korea Utara menutup perbatasannya dengan Tiongkok pada 22 Januari lalu, sehari sebelum status lockdown diberlakukan di kota Wuhan

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News