Ini Sebabnya Bekasi Identik dengan Terorisme

Ini Sebabnya Bekasi Identik dengan Terorisme
Ini Sebabnya Bekasi Identik dengan Terorisme

jpnn.com - BEKASI - Sejumlah pengamat menyebut wilayah Kota Bekasi disebut-sebut sebagai sarang teroris. Salah satu alasannya adalah faktor kedekatan historis antar Bekasi dengan induk kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). 

Bahkan pengaruh kelompok terlarang itu di Bekasi dinilai lebih kental dibanding di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. "Sel ideologi itu sulit dihilangkan. Terutama yang menyangkut ideologi DI/TII," kata Pengamat Terorisme, Al Chaidar, saat dihubungi, Kamis (21/1). 

Chaidar mengatakan, ideologi DI/TII pernah membuat masyarakat Indonesia trauma saat tragedi pembrontakan kelompok tersebut pada tahun 1949. Saat itu, kelompok tersebut hendak membuat negara Islam tersendiri. Oleh karena itu, kata dia, pihak kepolisian setempat perlu meningkatkan pengawasan, pemantauan dan pendataan terhadap warga pendatang.

Selain itu, lanjut dia, Bekasi juga menjadi tempat strategis bagi penganut paham radikal lantaran letak geografis. Karena kata dia, wilayah itu berdekatan dengan Jakarta dan Jawa Barat. "Wilayah Bekasi akhirnya dipilih sebagai akses yang paling mudah untuk memobilisasi," ucapnya.

Dan hal itu dibuktikan, belum lama ini beberapa pekan terakhir Detasemen Khusus 88 (Densus) Antiteror Mabes Polri menahan tujuh orang terduga teroris di tiga kecamatan di wilayah Kota Bekasi. Adapun ketiga lokasinya di Kecamatan Medansatria, Rawalumbu dan Mustikajaya.

Chaidar menilai, paham radikalisme cenderung menyasar masyarakat yang hidup dengan latarbelakang ekonomi menengah ke bawah. Alasannya, golongan masyarakat itu minim pengetahuan sehingga mudah dipengaruhi. "Masyarakat golongan ini juga terpaksa masuk ke kolompok itu karena ingin berubah nasib. Karena biasanya, mereka akan mendapat jaminan hidup dari kelompoknya," kata Chaidar.

Bahkan, pihak TNI, Polresta Bekasi Kota dengan Pemerintah Kota Bekasi, pada Rabu (20/1) malam kemarin melakukan pencegahan dengan merazia sejumlah rumah kos. Hasilnya, banyak pengakuan warga yang sempat diajak untuk mengikuti aksi aliran 

"Saya pernah diajak untuk bergabung saat sedang berjualan di terminal Bekasi. Ajakan itu sekitar dua minggu lalu oleh orang yang tak dikenalnya, " kata Masrihun, 48, warga Margahayu, Bekasi Timur, yang rumahnya terkena razia kos-kosan, Rabu (20/1) malam.

BEKASI - Sejumlah pengamat menyebut wilayah Kota Bekasi disebut-sebut sebagai sarang teroris. Salah satu alasannya adalah faktor kedekatan historis

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News