Ini Upaya BPJS Ketenagakerjaan Melindungi Pekerja Migran Indonesia

Ini Upaya BPJS Ketenagakerjaan Melindungi Pekerja Migran Indonesia
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia saat hadir dalam kegiatan bertajuk 'Sehari Bersama Pekerja Migran Indonesia' yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Minggu (17/12). Foto: Dokumentasi Humas BPJS Ketenagakerjaan

Roswita juga menyampaikan para pekerja migran Indonesia memiliki fitur baru, yaitu click to call.

Melalui fitur baru ini, pekerja migran Indonesia saat ini bisa mendapatkan informasi lebih melalui contact center 175 tanpa biaya apapun, baik saat berada di dalam negeri maupun ketika mereka sudah berada di luar negeri.

Diketahui, jumlah pekerja migran Indonesia yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 453 ribu pekerja.

Adapun pemilihan lokasi kegiatan di Medan, lanjut Roswita, dilatar belakangi Sumatera Utara (Sumut) yang merupakan 6 besar provinsi kantong pekerja migran di tanah air.

Selain itu juga terdapat 2 desa migran produktif, yaitu Desa Serdang dan Desa Silo.

Hingga Oktober 2023 tercatat Sumut telah memberangkatkan calon pekerja migran sebanyak 9 ribu tenaga kerja, dan Medan menjadi kota utama keberangkatan tersebut.

Roswita menambahkan, seperti kampanye BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Kerja Keras Bebas Cemas, kegiatan ini diharapkan akan semakin memantapkan warga negara yang memilih bekerja di luar negeri agar mereka dapat bekerja dengan keras tanpa perlu cemas akan kemungkinan risiko dari pekerjaan yang mungkin timbul.

"BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan pelayanan optimal ke seluruh pekerja migran Indonesia, baik ketika di tanah air maupun di negara penempatan," tegasnya.

Lewat kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan jelaskan upaya melindungi pekerja migran Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News