Ini Upaya Persebaya Akhiri Badai Cedera

Ini Upaya Persebaya Akhiri Badai Cedera
Bejo Sugiantoro (kanan). Foto: Persebaya Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Memasuki putaran kedua Liga 1 2018, Persebaya Surabaya benar-benar punya wajah anyar. Usai posisi pelatih dan manajer yang diganti, kini manajemen Green Force –julukan Persebaya- resmi memberhentikan dokter tim, Adhimas Hapto Prakoso.

Memang belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen. Namun, saat dikonfirmasi, Adhimas membenarkan hal itu. “Saya sudah resmi tidak di Persebaya sejak 1 Agustus lalu,” katanya kepada Jawa Pos.

Meski begitu, Adhimas masih terlihat di lapangan kala Persebaya bersua Persela Lamongan (5/8). Pria berkepala plontos itu duduk di bench pemain. Padahal, harusnya, dia sudah bukan bagian dari Persebaya.

“Ternyata masih disuruh untuk mengawal laga lawan Persela,” tambah dokter yang pernah bertugas di RSUD Sanglah, Denpasar itu.

Sebenarnya, pemecatan Adhimas memang bukan hal yang mengejutkan. Maklum, Persebaya musim ini sering dilanda badai cedera. Bahkan, hampir di setiap laga, ada saja pemain yang absen akibat cedera.

Lini belakang menjadi yang paling sering kehilangan pemainnya. Nama-nama seperti Otavio Dutra, Rachmat Irianto, M Syaifuddin, Fandry Imbiri hingga Andri Muliadi pernah menghiasi meja perawatan.

Bahkan, dalam laga kontra Persib (26/7), Persebaya harus memaksa Izaac Wanggai bermain sebagai bek tengah. Padahal sejatinya dia berposisi sebagai gelandang bertahan. Kondisi Nelson Alom hingga saat ini juga masih belum jelas. Dia sudah absen sejak laga kontra Persija (26/6) lalu. Pemain 27 tahun itu bahkan tak pernah terlihat di sesi latihan.

Badai cedera tiada henti itulah yang mungkin membuat manajemen memutuskan memberhentikan Adhimas. Apalagi Adhimas sejatinya merupakan dokter spesialis kandungan.

Persebaya pada putaran pertama Liga 1 2018 sering dilanda badai cedera, bahkan, hampir di setiap laga, ada saja pemain yang absen akibat cedera.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News