Inikah Sebab Media Telat Tahu soal Insiden di Rumah Ferdy Sambo?

Inikah Sebab Media Telat Tahu soal Insiden di Rumah Ferdy Sambo?
Rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jaksel masih dipasangi garis polisi. Polisi berjaga di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga saat prarekonstruksi pada Sabtu (23/7). Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Dahlan Iskan kembali menulis tentang kasus kematian Yosua Hutabarat alias Brigadir J melalui Disway edisi Jumat (12/8).

Pada awal tulisan berjudul Bintang Wanita, kolumnis kondang itu menulis media inilah yang harus dicatat sebagai pembuka peristiwa Duren Tiga.

"Media mainstream. Kalau tidak, bisa jadi peristiwa itu terkubur –mungkin untuk selama-lamanya," tulis Dahlan Iskan.

Dia menyebut media mainstream tersebut berada di Jambi.

Wartawan media itu sebenarnya juga telat mengetahui ada polisi asal Jambi yang mati tertembak dua hari sebelumnya, tepatnya Jumat,  8 Juli 2022.

"Wajar telat. Rumah polisi itu di pedalaman," lanjut Dahlan dalam tulisan itu.

Sang korban yang belakangan diketahui Brigadir J juga dikubur di pedalaman itu, sehingga kurang bisa menarik perhatian seketika.

Si wartawan yang mendapat informasi itu lantas ke Polda Jambi. Namun, humas polisi daerah itu juga tidak tahu.

Dahlan Iskan kembali menulis tentang kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo. Ini soal cerita awal kasus itu terungkap ke media.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News