Inilah Penyebab Natuna Jauh dari Konflik dan Intoleransi, Kepala BPIP Sampaikan Hal Ini

Inilah Penyebab Natuna Jauh dari Konflik dan Intoleransi, Kepala BPIP Sampaikan Hal Ini
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi bersama Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda saat hadir di Seminar Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Komunitas Perbatasan yang berlangsung di STAI Natuna, Rabu (14/12). Foto: Dokumentasi Humas BPIP

Inilah Penyebab Natuna Jauh dari Konflik dan Intoleransi, Kepala BPIP Sampaikan Hal Ini

Menurutnya, modernisasi wilayah perbatasan dapat dilakukan dengan pendekatan resources, karena tidak sedikit pulau-pulau perbatasan maupun daratan di perbatasan memiliki potensi sumberdaya kelautan yang dapat dikembangkan.

"Kehidupan di wilayah perbatasan memang cukup berwarna. Artinya, selain potensi positif yang kita miliki dari sumber daya alam ada, juga potensi negatif dalam kehidupan bernegara yang jika kita tidak waspadai dan perhatikan baik-baik akan mampu mengancam keutuhan NKRI," ungkapnya.

Peraih gelar Bachelor of Art dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyebutkan ada banyak isu yang menjadi diskursus pengelolaan perbatasan.

Mulai soal isu batas territorial, isu keamanan dan kedaualatan nasional, seperti kejahatan lintas batas dan terorganisir, penyelundupan, perdagangan ilegal dan garis batas yang kabur.

Kemudian isu kemiskinan, keterbelakangan, serta keterbatasan sarana dan prasarana ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang dialami warga Indonesia di perbatasan.

Hingga isu-isu patriotisme dan ketahanan nasional, seperti penduduk perbatasan yang merasa dianaktirikan pemerintah.

Inilah Penyebab Natuna Jauh dari Konflik dan Intoleransi, Kepala BPIP Sampaikan Hal Ini

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi menyampaikan Natuna merupakan daerah perbatasan yang kokoh dan Pancasilais hingga jauh dari konflik dan intoleransi selama ini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News