Integrasi Batam, Bintan dan Karimun Bakal Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Integrasi Batam, Bintan dan Karimun Bakal Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Integrasi Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) diprediksi bakal tumbuhan perekonomian setempat. Ilustrasi: Istimewa

jpnn.com, BATAM - Integrasi Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipercaya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat.

Staf Ahli Bidang Regulasi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi menyatakan Kawasan Pelabuhan Bebas Perdagangan Bebas (KPBPB) di Kepri mampu menjadi lokomotif ekonomi nasional.
"Karenanya dalam membangun ekonomi nasional, ekonomi Kepri juga perlu diperbaiki," kata Elen di Batam, Sabtu (6/3).

Menurut dia, pemerintah melakukan integrasi di tiga KPBPB BBK, dengan menyiapkan regulasi, pengelolaan, kelembagaan hingga yang terkait dengan operasi.

Elen menyebutkan, strategi mengintegrasikan tiga kawasan akan mampu menguatkan daya saing ekonomi daerah, karena investor asing akan memilih untuk berinvestasi di BBK.

Dengan demikian, maka lapangan pekerjaan terbuka, yang pada akhirnya menyumbang pertumbuhan ekonomi tinggi.

"Harapan kami mengembalikan Batam untuk tingkat pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen dan Kepri 6 persen di atas rata-rata nasional, akan kita capai dengan integrasi ini. Sudah kami hitung dengan baik," kata dia dalam sosialisasi PP Nomor 41 Tahun 2021.

Menurut dia, PP yang baru diterbitkan itu merupakan kebijakan strategis pengelolaan KBPB BBK.

PP tersebut optimistis mampu mendorong KBPB BBK meningkatkan ekosistem investasi untuk pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing kawasan.

Integrasi Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipercaya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat.