Invasi ke Ukraina Menyengsarakan Warga Rusia, Stok Bir Sangat Suram

Invasi ke Ukraina Menyengsarakan Warga Rusia, Stok Bir Sangat Suram
Arsip - Seorang bartender menuangkan bir di sebuah bar Moskow, Rusia, 2 Juni 2022. ANTARA/REUTERS/Maxim Shemetov/as

Produsen bir Rusia sangat bergantung pada bahan baku impor seperti hop.

"Rumitnya pengiriman uang ke pemasok di Eropa dan Amerika, selain gangguan rantai pasokan kini menjadi dua isu yang paling sulit," kata asosiasi produsen bir Rusia, mengutip Beer Resource, salah satu distributor bahan baku bir terbesar di negara itu.

Perusahaan-perusahaan kargo terbesar di dunia, termasuk MSC, Maersk, dan CMA CGM, telah menangguhkan sementara pengiriman kargo ke Rusia dan sebaliknya.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus telah melarang masuk kendaraan kargo dari kedua negara itu.

"Tak ada lagi Guinness dan tak akan ada lagi, setidaknya saat ini," kata seorang bartender di White Hart, sebuah pub bergaya Inggris di Moskow dekat bank sentral.

Dia biasanya menjual bir itu seharga 690 rouble (sekitar Rp153 ribu) per pint, gelas besar berkapasitas sekitar 0,5 liter.

Diageo, pembuat vodka Smirnoff dan bir Guinness, mulai mendistribusikan sendiri produknya di Rusia pada 2006 dan pernah mencatat pertumbuhan pesat di negara itu.

Perusahaan itu mengatakan pada Maret pihaknya telah menangguhkan semua ekspor ke Rusia, juga pembuatan bir di pabrik lokal.

Tidak usah menyebut Paulaner, Pilsner Urquell dan bir-bir enak lainnya, bahkan produk Rusia pun belum tentu tersedia

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News