Irjen Agung Setya: Kami Siap Membubarkan Kerumuman yang Membahayakan Keselamatan Warga

Irjen Agung Setya: Kami Siap Membubarkan Kerumuman yang Membahayakan Keselamatan Warga
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

jpnn.com, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyatakan siap membubarkan kerumunan massa yang tidak memberikan manfaat dan justru menjadi ajang penyebaran Covid-19.

Jenderal bintang dua itu menyebut pihaknya menerjunkan 661 personel untuk membubarkan kerumunan yang tidak jelas manfaatnya. Menurut Agung, saat ini kasus penyebaran Covid-19 menunjukkan grafik yang meninggi di Provinsi Riau. Hal itu menjadi perhatian untuk segera diatasi.

"Angka (tinggi) ini menjadi sandaran hukum bagi kami untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan pembubaran kerumunan warga,” kata Irjen Agung melalui pernyataannya di Pekanbaru, Minggu (2/5).

Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri itu menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Oleh karena itu, ujar dia, wajib hukumnya bagi institusi Polri untuk menjaga agar seluruh warga jangan lagi terkena wabah.

Irjen Agung Setya menegaskan pihaknya siap membubarkan kerumunan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa warga karena adanya pandemi Covid-19.

“Apalagi beberapa wilayah berada pada kategori zona merah. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kami mencermati kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19,” kata dia.

Menurut Agung Setya, petugas tidak melarang orang untuk berjualan karena hal itu adalah urat nadi perekonomian rakyat. Namun, dia meminta pengunjung untuk tidak duduk-duduk ngobrol atau kongkow di lokasi tempat makan yang bisa menyebabkan kerumunan.

Lebih lanjut Agung mengatakan aktivitas yang terjadi di pasar-pasar tradisional tetap diizinkan karena aktivitas pasar berbeda dengan rumah makan atau kafe.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi memberikan perhatian khusus pada persoalan penularan Covid-19 di Riau yang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir ini. Polisi siap membubarkan kerumunan yang tidak jelas manfaatnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News