Istana Sebut Ada Tantangan Ketika Hewan Kurban Jokowi Disalurkan ke Provinsi

Istana Sebut Ada Tantangan Ketika Hewan Kurban Jokowi Disalurkan ke Provinsi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan hewan kurban berupa sapi ke 34 provinsi dalam rangka menyambut Hari Iduladha. Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Istana menyebutkan penyaluran hewan kurban berupa sapi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke 34 provinsi tak selamanya berjalan mulus.

Setidaknya ada empat provinsi yang mengalami kendala mengenai distribusi hewan kurban.

Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Rika Kiswardani mengungkapkan sejumlah tantangan lain yang harus dihadapi dalam proses penyaluran hewan kurban.

Rika menyebut terdapat lima provinsi dengan titik penyaluran yang cukup jauh, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.

“Namun demikian, apa pun dinamika lokasinya, kami dan juga jajaran Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, dan juga pemerintah daerah berkolaborasi cukup baik untuk menyasar daerah tersebut,” ucap Rika dalam keterangan pers yang disiarkan akun Sekretariat Presiden di YouTube, Jumat (8/7).

Rika menyampaikan penyaluran hewan kurban di momen Iduladha tahun ini juga dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan semangat para peternak lokal di masa mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sejumlah hewan ternak di tanah air.

“Selain memang ini kegiatan rutin dari Bapak Presiden memberikan bantuan kemasyarakatan dalam bentuk sapi, kita juga menggunakan momen ini untuk meningkatkan semangat para peternak lokal karena memang kita menginginkan pengadaan sapi ini dari peternak lokal,” tandasnya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menambahkan sapi yang diserahkan ke 34 provinsi memiliki bobot bervariasi, dengan rata-rata 800 kilogram hingga 1 ton.

Terdapat sejumlah provinsi dengan titik penyaluran kurban yang cukup jauh, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News