Jumat, 16 November 2018 – 23:28 WIB

Kapten (CKM) drh Joko Suranto, Satu-satunya Dokter Kuda di TNI

Istri Maklumi Suami Bagi Kasih Sayang dengan Kuda

Senin, 16 September 2013 – 04:16 WIB
Istri Maklumi Suami Bagi Kasih Sayang dengan Kuda - JPNN.COM

Satu-satunya : Kapten (CKM) drh Joko Suranto menaiki kuda dalam acara defile Detasemen Kavaleri Berkuda TNI AD. foto : Kapten Joko for JP

Selain pasukan manusia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki 230 kuda perang terlatih. Adalah drh Joko Suranto satu-satunya dokter khusus yang merawat ratusan hewan tersebut. 

RIDLWAN HABIB, Jakarta 

Kalau saja tidak memakai seragam tentara, tidak akan ada yang menyangka bahwa pria ini adalah anggota TNI. Bicaranya sopan, pelan, dan ramah. "Saya ini memang tidak pernah kepikiran jadi anggota TNI. Dulu masuk UGM (Universitas Gadjah Mada), cita-citanya jadi dokter hewan, merawat ternak-ternak di desa," ujar Kapten (CKM) Joko Suranto saat ditemui Jawa Pos di Pusdikkes TNI-AD Jumat lalu (13/9).

Mencari jadwal kosong Joko bukan perkara gampang. Maklum, kliennya tersebar di seantero Indonesia. Di luar jam dinas, Joko akan berkeliling untuk merawat kuda-kuda yang butuh sentuhan medisnya.  

Joko adalah satu-satunya dokter hewan spesialis kuda di lingkungan militer. "Setahu saya, yang sudah bersertifikat spesialis kuda hanya empat orang di Indonesia, yang tiga sipil," katanya.

Jabatan resminya sekarang adalah perwira ahli kesehatan kuda Detasemen Kavaleri Berkuda Kodiklat TNI-AD. Karena itu, meski ada gelar CKM (corp kesehatan militer), Joko mengenakan baret hitam khas kesatuan kavaleri. "Saya lulus UGM tahun 1998, tugas akhir waktu kuliah bukan soal kuda. Jadi, ini semacam terjerumus, tapi nikmat," tutur dia.

Setelah mendapat gelar dokter hewan, pria kelahiran Boyolali, Jateng, 15 Maret 1970, itu mengikuti pendidikan perwira sumber sarjana. Pada 2000 dia langsung berdinas di kavaleri. "Pertama kali masuk langsung diamanahi ngurusi kuda," ujar dia.     

Hampir 13 tahun merawat aneka kuda, Joko memperoleh banyak pengalaman. Pada 2001, 2007, dan 2011 dia menjadi dokter resmi kontingen berkuda Indonesia di ajang pesta olahraga Asia Tenggara atau SEA Games. Dia juga menjadi juri di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 dan 2008. "Saya juga ikut bertanding. Alhamdulillah pernah menang kelas jumping antarmiliter se-Asia Tenggara di Bandung tahun 2008," terang dia.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar