Istri Muda, Enak di Depan Sengsara Kemudian

Istri Muda, Enak di Depan Sengsara Kemudian
Istri muda, enak di depan sengsara kemudian. Ilustrasi Fajar Krisna/Radar Surabaya/JPNN.com

“Ya, kalau memang nggak mau menikah, kenapa nggak bilang dari dulu. Saiki wis kadung tak rabi tibae koyok ngene. Mending dari dulu cari yang lain saja,” sesal Donwori.

Donwori pun berunding dengan orangtua dan mertuanya. Sampai akhirnya keputusan untuk berpisah secara baik-baik ditempuh. “Apes aku salah pilih,” ucapnya.

Donwori lalu bercerita bahwa dia menikah dengan Karin dua tahun yang lalu dalam acara pesta ulang tahun kantornya. Karin sebagai MC, dan Donwori ditunjuk sebagai pemain keyboard.

Dia mengenal Karin sebagai wanita yang supel dan banyak temannya. Karena itu, saat bertemu pertama kali dia mengaku langsung kesengsem dan jatuh cinta. Apalagi saat itu lelaki asal Lakarsantri ini belum punya gandengan alias bujangan.

Cinta Donwori bersambut, lantaran Karin menerima pinangannya. “Gak tahunya jadinya seperti ini. Padahal saya ingin hidup normal kayak yang lain. Ya mau bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur, doakan saja dapat yang baru setelah ini,” pungkas Donwori sedikit memelas. (rud/sb/ang/jay/JPR)


Ungkapan enak di depan sengsara kemudian kini menimpa Donwori. Ada rasa penyesalan dari pria berusia 40 tahun itu.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News