Kamis, 22 Agustus 2019 – 07:45 WIB

Jangan Berharap Banyak pada Rossi

Kamis, 16 September 2010 – 07:12 WIB
Jangan Berharap Banyak pada Rossi - JPNN.COM

ARAGON - Musim 2010 jelas menjadi musim balapan yang berat bagi Valentino Rossi. Juara dunia grand prix balap motor sembilan kali itu gagal melanjutkan start istimewa saat meraih kemenangan di MotoGP pembuka di Qatar. Rangkaian cedera membuat kesempatannya untuk mempertahankan gelar juara makin tipis.

Di pertengahan musim, Rossi malah harus berkutat dengan program recovery. Dia mengalami cedera pada bahunya dalam sebuah sesi latihan, April lalu, serta mengalami patah tulang kaki kanan di sesi latihan MotoGP Italia, Juni. Dua cedera tersebut membuatnya baru mengoleksi satu kemenangan sepanjang musim ini, yang merupakan hasil terburuk sejak dia masuk ke kelas premier pada musim 2000.

Sejauh ini, cedera kaki kanannya yang lebih banyak disorot media. Cedera itu memang membuatnya harus absen di empat balapan. Hal itu menjadi sesuatu yang "istimewa", mengingat Rossi belum sekalipun absen dalam karirnya sebelumnya.

Tapi, sebenarnya yang memberi efek besar pada penampilan Rossi di akhir sisa musim, justru cedera di bahunya. Fisik Rossi jadi terbatas dan mempengaruhi gaya membalapnya. Rossi tak mampu menunjukkan gaya membalap yang normal dilakukannya.

Rossi mendapatkan cedera itu saat melakukan latihan dengan motokros. Dalam kecelakaan itu, dia mendapatkan kerusakan pada ligamen Glenoid. Ligamen tersebut menopang dan menjaga persendian bahu untuk tetap di tempatnya.

Berdasarkan analisa medis, cedera itu merupakan salah satu yang terberat bagi seorang pembalap yang membutuhkan kekuatan tangan dan tubuh bagian atas. Sebab, bahu penderita jadi sangat lemah dan tak stabil. Karena itulah, Rossi tak bisa membalap dengan gaya alaminya yang menjadi kekuatannya selama ini.

Sesaat setelah cedera tersebut, Rossi memutuskan tak akan segera naik ke meja operasi. Dia takut akan melewatkan banyak balapan di musim ini saat menjalani masa pemulihan. Pembalap berusia 31 tahun itu memilih terus bertarung, tapi malah mendapatkan cedera tambahan di Mugello.

Seiring rangkaian masalah itu, peluang Rossi mempertahankan gelar pun makin tipis. Jangankan memenangi lomba, mencicipi podium jadi seperti sebuah hal yang sulit baginya. Tak urung, dia pun memutuskan untuk melakukan operasi saat musim 2010 berakhir, demi persiapan yang baik untuk musim berikutnya.

"Pada akhirnya, masalahnya memang bahu saya. Dan di akhir tahun ini, saya akan menjalani operasi untuk memperbaikinya," tutur pembalap berjuluk The Doctor itu.

Sebelumnya, Rossi melawan cedera itu dengan latihan kekuatan dan fisioterapi. Tapi, buktinya hal itu tak banyak membantu. Kini, satu-satunya solusi adalah operasi untuk membuat kondisinya pulih lagi.

Keputusan operasi tersebut bukannya tanpa resiko. Hal itu tentu saja berhubungan dengan keputusan besarnya untuk meninggalkan Yamaha, untuk bergabung dengan Ducati. Dengan kesempatan uji coba yang terbatas, serta reputasi motor Ducati yang sulit dikendalikan, seharusnya Rossi memanfaatkan waktu uji coba pramusim sebaik mungkin. Jika masa pemulihan meleset dari perkiraan, sulit bagi Rossi bersama Ducati untuk langsung cocok.

Umumnya, masa recovery untuk operasi tersebut berkisar antara enam hingga delapan pekan, serta empat bulan kemudian baru fit sepenuhnya. Jika melakukan operasi Oktober, Rossi diperkirakan akan fit saat menjalani tes di Sepang (Malaysia) dan Qatar pada Februari. Lalu, dia akan berada dalam kekuatan penuh di balapan pertama musim 2011 di Qatar, 20 Maret. (ady)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar