JPNN.com

Jangan Lagi Menganggap Masyarakat Sakai sebagai Suku Terasing

Jumat, 09 April 2021 – 05:11 WIB
Jangan Lagi Menganggap Masyarakat Sakai sebagai Suku Terasing - JPNN.com
Diskusi saat peluncuran film pendek berjudul Mimpi Anak Sakai Riau, Rabu (7/4). Foto: Forum Jurnalis Kreatif Riau

Selain itu, para pembedah dari kalangan akademisi seperti Yanuardi Syukur Dosen Studi Antropologi Sosial Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun Ternate berpendapat, Suku Sakai harus meninggalkan stigma terasing.

Karenanya film ini sebagai karya anak bangsa perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat suku terasing agar tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Mimpi komunitas Komunitas Adat Terasing (KAT) atau Suku Sakai optimistis terwujud, sebagai bayangan yang ingin dicapai," katanya.

Dr Iya Setyasih Dekan Fakultas Ilmu Ekonomi Sosial Universitas Mulawarman, mengatakan, dibutuhkan sinergisitas antara pemerintah daerah dengan perusahaan setempat dalam mendorong percepatan Suku Sakai menjadi masyarakat yang berkemajuan dan secara bertahap akan hilang cap terasing itu.

"Perusahaan memiliki program CSR sehingga diharapkan berkontribusi membiayai peningkatan kualitas pendidikan SDM dan ekonomi masyarakat guna mendorong percepatan suku itu keluar dari cap terasingnya lagi," katanya.

Romi Mesra, dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Manado mengatakan, Film Mimpi Anak Sakai merupakan fakta di lapangan, karena ada wawancara dan penelusuran lainnya.

Namun, ketika dibaca di Google, ternyata masih tercatat terasing, yang seharusnya sumber-sumber informasi tentang Sakai harus diperbaharui lagi.

"Untuk mencapai perubahan itu, diperlukan peran investor, khususnya dari perusahaan yang beroperasi di sekitar permukiman Suku Sakai selain itu, fakta di lapangan harus diperhatikan kembali," tandasnya. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...