Kamis, 18 Juli 2019 – 08:34 WIB

Janji Tindak Oknum Nakal, Menkeu Minta Dukungan Media

Selasa, 25 Mei 2010 – 18:06 WIB
Janji Tindak Oknum Nakal, Menkeu Minta Dukungan Media - JPNN.COM

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyatakan akan meneruskan program 'bersih-bersih' di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemkeu), termasuk di Direktorat Jenderal Perpajakan (DJP) yang selama ini menjadi sorotan publik. Hal tersebut dikemukakannya seusai mengikuti sidang paripura di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5).

"Kemarin kami sudah mengumpulkan pimpinan di seluruh wilayah. Kami berkomunikasi, dan tentu melakukan review atas kinerja perpajakan untuk mencapai penerimaan negara tahun 2010," kata Agus. Dalam pertemuan tersebut, menurut Agus pula, beberapa hal pokok lainnya yang dibahas, tentu saja termasuk persoalan skandal perpajakan yang melibatkan oknum-oknum di lingkungan DJP.

"Kami juga membahas tentang hal-hal yang menjadi keprihatinan kita, karena ada oknum di instansi pajak yang melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Ataupun adanya wajib pajak yang sampai saat ini belum memenuhi kewajibannya. Kami masih dalam proses mendengarkan pemaparan mereka. Belum final, belum bisa menceritakan," terang Agus.

Menurut Menkeu baru ini pula, sektor pajak dan bea cukai memang merupakan sumber pendapatan utama negara, yang karenanya harus didukung oleh semua pihak termasuk media secara bersama-sama, untuk digerakkan secara maksimal. "Kalau nanti ada yang nakal di dalamnya, kita akan tindak. Tetapi, saya minta dukungan semua lembaga, supaya kita bisa mengoptimalkan pendapatan pajak kita, gara penerimaan dari sektor pajak kita meningkat," terangnya.

"(Makanya) saya mohon kepada media, kita harus sama-sama mendukung DJP dan DJBC (Dirjen Beac Cukai), karena itu adalah sumber pendapatan bagi pendanaan negara. Tax ratio kita 2011 sekitar 9-12 persen, padahal fraksi minta 13-16 persen. Jadi saya mohon, agar reformasi birokrasi kita tetap berlanjut, dan membuat penerimaan negara terus meningkat agar pembangunan tetap berjalan," pintanya lagi.

Seperti diketahui, salah sebuah skandal mafia perpajakan belum lama ini telah ikut melambungkan nama mantan pegawai DJP Gayus Tambunan. Gayus lantas diduga merupakan bagian dari mafia perpajakan, hingga beberapa nama dari instansi lain seperti kehakiman, kepolisian hingga kejaksaan ikut disebut-sebut berperan dalam tindakan korupsi Gayus, sang pegawai golongan III yang mempunyai rekening mencapai Rp 25 miliar. (wdi/afz/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar