Jarwo Tingkatkan Produksi Padi di Pandeglang  

Jarwo Tingkatkan Produksi Padi di Pandeglang  
Jajar legowo alias Jarwo, teknologi yang diterapkan dalam penanaman padi. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, PANDEGLANG - Aktivitas panen padi masih terus berlangsung hingga saat ini di Pandeglang, bahkan diyakini masih terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Panen pada Selasa (16/01) di Pandeglang berlangsung di Kecamatan Cimanuk yaitu di Poktan Pasirwaru Desa Cimanuk dan Poktan Sinar Saluyu Desa Kadubumbang. Khusus di Desa Cimanuk, petani di lokasi Poktan Pasirwaru sebagian sudah mengadopsi teknologi Jajar Legowo (Jarwo).

Sistem tanam Jarwo merupakan suatu rekayasa teknologi untuk meningkàtkan populasi tanaman padi serta adanya lorong yang dapat memberikan kesempatan bagi tanaman untuk melakukan fotosintesa dengan baik.

Perpaduan antara peningkatan populasi tanaman dan lorong legowo akan memberikan efek positif bagi tanaman, sehingga memungkinkan di perolehanya produksi padi yang maksimal.

Kelebihan lain dari sistem Jarwo adalah memungkinkan petani melakukan pemeliharan tanaman karena tersedianya lorong panjang tanpa banyak mengganggu tanaman yang ada.

Teknologi sistem Jarwo yang telah diterapkan oleh Poktan Pasirwaru telah mampu meningkatkan produktivitas hasil di lokasi tersebut menjadi 6.5 ton/ha pada Varietas Ciherang. Dengan demikian, potensi hasil yang dapat diperoleh Poktan tersebut pada luas hamparan panen 5 ha, adalah 32.5 ton Gabah Kering Panen (GKG).

BPTP Balitbangtan Banten melakukan berbagai kegiatan diseminasi, telah menyebarluaskan teknologi Jarwo kepada petani Banten. Sebagian petani belum terbiasa melakukannya dan sebagian petani telah merasakan manfaat penerapan sistem tanam tersebut. 

Petani yang telah sukses menerapkan Jarwo, diharapkan menjadi petani penyuluh swadaya yang dapat memberikan keyakinan bagi petani lainnya di Banten.(jpnn)


Para petani di Pandeglang sudah mengadopsi teknologi Jajar Legowo (Jarwo). Hal itu berhasil meningkatkan aktivitas panen padi yang terus berlangsung hingga kini


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News