JPNN.com

Jazilul Fawaid: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman, Tetapi Praktik Sehari-hari

Minggu, 27 September 2020 – 20:57 WIB
Jazilul Fawaid: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman, Tetapi Praktik Sehari-hari - JPNN.com
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, saat Silaturahim Alim Ulama dan Temu Tokoh Kebangsaan di Pondok Pesantren Raudhatut Tullab, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (26/9).. Foto: Humas MPR

jpnn.com, LAMONGAN - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, pemahaman Empat Pilar MPR di pondok pesantren sudah mengakar.

Namun, para santri harus tetap diingatkan bahwa Empat Pilar MPR bukan soal pemahaman melainkan soal praktik sehari-hari.

Para santri harus mempraktikan nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan santri, Empat Pilar MPR sudah final dan tidak dipersoalkan lagi. Kiai dan santri NU punya andil dalam perjuangan Indonesia merdeka," kata Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid, dalam Silaturahim Alim Ulama dan Temu Tokoh Kebangsaan di Pondok Pesantren Raudhatut Tullab, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (26/9).

Gus Jazil lantas menjelaskan mengapa Empat Pilar MPR bagi NU sudah final.

"K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri NU, adalah peletak dasar nasionalisme Indonesia. Sudah ada karya K.H. Hasyim Asy'ari yang menunjukkan hal itu. NU sebagai organisasi yang didirikan beliau tentu warganya memiliki cara pandang terhadap kebangsaan dengan agama itu yang tidak dipertentangkan. Bahkan agama dan negara saling menguatkan. Itulah cara pandang NU," sambungnya.

"Kenapa disebut final? Karena memang nilai-nilai empat pilar yang ada sama sekali tidak bertentangan dengan pandangan ahlussunnah wal jamaah. Atau pandangan pesantren dan nahldatul ulama, tidak ada satu pun yang bertentangan. Makanya disebut final," tambahnya.

Meski demikian, Gus Jazil berpendapat Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) harus tetap diinternalisasikan di kalangan santri pondok pesantren.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
jlo