Jelang Nataru, dr Reisa Minta Masyarakat Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Jelang Nataru, dr Reisa Minta Masyarakat Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
Reisa Broto Asmoro. Foto: screenshot akun Sekretariat Presiden di YouTube.

"Selama kita masih meningkatkan mobilitas sosial kita sementara cakupan vaksinasi belum 100 persen, maka anda akan melihat virus berkembang dan itulah yang terjadi saat ini di Amerika dan Eropa,” jelas Reisa.

Oleh karena itu, Reisa menjelaskan pemerintah berencana akan memberlakukan pengetatan mobilitas. "Sejumlah kegiatan diusulkan dilarang pelaksanaanya,” ucap Reisa.

Adapun beberapa kegiatan yang diusulkan untuk dilarang pelaksanaannya antara lain, acara pergantian tahun baik outdoor maupun indoor, termasuk pesta petasan dan kembang api, pawai tahun baru, acara perayaan natal dan tahun baru di mal, serta kegiatan seni budaya dan olahraga.

Selain pelarangan sejumlah kegiatan tersebut, pemerintah juga akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di sejumlah tempat.

"Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah destinasi, terutama di gereja pada saat perayaan natal, tempat perbelanjaan, sekolah, restoran, dan destinasi wisata,” jelas Reisa.

Pada akhir keterangannya, Reisa mengajak masyarakat untuk menjadikan tahun ini menjadi momen terakhir masa pandemi Covid-19.

"2022 adalah tahun ketiga kita berada di masa pandemi, mari bertekad untuk jadikan ini tahun terakhir kita berada dalam masa wabah,” kata Reisa. (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Dokter Reisa Broto Asmoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mencegah gelombang ketiga. Reisa meminta masyarakat melihat fenomena gelombang ketiga di Amerika Serikat dan Eropa.


Redaktur : Yessy
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News