Kamis, 18 Juli 2019 – 02:07 WIB

Unjuk Rasa Honorer K2 Hari Ketiga

Jeritan-jeritan Histeris, Beberapa Pingsan

Sabtu, 13 Februari 2016 – 00:18 WIB
Jeritan-jeritan Histeris, Beberapa Pingsan - JPNN.COM

Massa honorer K2 menangis saat aksi unjukrasa pada hari ke-3 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/2). PNS. Foto: Ricardo/JPNN.com

JAKARTA – Aksi unjuk rasa ribuan honorer kategori dua (K2) di depan Istana Merdeka, Jakarta, berakhir kemarin (12/2). Tiga hari beraksi, mereka harus pulang ke daerah masing-masing tanpa hasil.

Tuntutan mereka agar diangkat menjadi CPNS belum mendapat respon dari Istana. Presiden Jokowi juga belum mau menemui Tim 9, delegasi massa yang dikoordinir Forum Honorer K2 Indonesia (FK2I) itu.

Jika pada dua hari aksi sebelumnya diwarnai isak tangis, kondisi kemarin lebih memilukan. Orasi tak sekeras sebelumnya, wajah-wajah lesu, capek, bergelesotan di ruas jalan utama depan Istana. Di depan gulungan kawat berduri. Beberapa di antaranya jatuh pingsan. Ada suara-suara histeris.

Pagi hingga siang, beberapa pimpinan aksi sempat mengabarkan ada dua anggotanya yang meninggal saat aksi di hari sebelumnya. Salah satunya bernama Dwi Handayani, honorer asal Magelang yang hamil tua. Satunya lagi honorer asal Banten.

Sore, Ketua Tim Investigasi FHK2I Riyanto Agung Subekti mengklarifikasi kabar yang berkembang. Pria yang akrab dipanggil Itong itu memastikan tidak ada anggotanya yang meninggal di lokasi demo depan Istana.

"Memang ada honorer K2 yang meninggal terkait demo. Namun mereka meninggal di daerahnya, tapi sudah niat mau ke Jakarta untuk demo," kata Itong.

Dia menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat, honorer K2 yang meninggal ada lima orang terdiri dari tiga orang di Mentawai, satu dari Jepara bernama Hana, dan satu dari Magelang Dwi Handayani. Sedangkan yang dari Pandeglang itu yang meninggal ortu honorer K2.

"Memang mereka‎ ini sudah berencana mau ke Jakarta. Seperti Hana dari Jepara mau siap-siap ke Jakarta tapi tiba-tiba kecelakaan. Sedangkan yang dari Mentawai, satunya punya penyakit jantung. Begitu melihat tayangan TV demo hari pertama langsung meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit," tuturnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar