Jika Ingin Mei Kurva Turun, Seharusnya Jangan Ada Celah Pelonggaran PSBB

Jika Ingin Mei Kurva Turun, Seharusnya Jangan Ada Celah Pelonggaran PSBB
Anggota DPD RI Fahira Idris. Foto: Humas DPD RI

Selain itu, lanjut Fahira, kebijakan pelonggaran harus didasarkan atas sebuah indikator yang kuat seperti yang dilakukan beberapa negara di dunia.

Vietnam misalnya melakukan pelonggaran karena indikatornya kuat yaitu tidak ada kasus baru Covid-19 selama enam hari berturut-turut dan tidak ada kasus meninggal. Atau Selandia Baru dan Taiwan yang mulai membuka sejumlah kegiatan bisnis, fasilitas pendidikan dan kesehatan karena kebijakan lockdown mereka telah mampu menghentikan penyebaran Covid-19.

Namun, walau sudah ada penurunan kasus, pelonggaran juga harus diterapkan secara hati-hati. Kekhawatiran gelombang kedua lonjakan kasus virus corona mulai terjadi di negara-negara yang kini juga tengah mulai membuka perekonomiannya.

Saat ini, kasus baru virus corona kembali meningkat di Tiongkok, Korea Selatan, dan Jerman usai pelonggaran pembatasan atau lockdown yang dilakukan negara-negara tersebut.

“Saya harap Gugus Tugas meninjau kembali rencana ini (mengizinkan kelompok usia muda beraktivitas kembali). InsyaAllah bulan-bulan ke depan kasus positif akan turun drastis dan berbagai pelonggaran bisa mulai dilakukan. Namun, tentunya bukan sekarang,” pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Sebagai informasi, setelah Kementerian Perhubungan membolehkan moda transportasi umum boleh beroperasi lagi dengan syarat tertentu, kini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berencana memberi kelonggaran dari segi aktivitas bekerja bagi kelompok usia 45 tahun ke bawah.

Kelompok usia dinilai merupakan yang paling rendah terkait angka kematian akibat virus Corona. Kebijakan ini juga agar potensi terkapar karena PHK selama pandemi bisa dikurangi.

Meski diperbolehkan beraktivitas di luar, protokol kesehatan pencegahan Corona harus diterapkan secara ketat.(fri/jpnn)

Menurut Fahira Idris, kebijakan pelonggaran harus didasarkan atas sebuah indikator yang kuat seperti yang dilakukan beberapa negara di dunia.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News