Jika Sampai Bikin Tim Transisi Berarti Ada Persoalan di Kubu Prabowo dan Jokowi

Jika Sampai Bikin Tim Transisi Berarti Ada Persoalan di Kubu Prabowo dan Jokowi
Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik yang juga pemerhati kebijakan publik Ray Rangkuti menganggap peralihan pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo Subianto tidak memerlukan tim transisi.

Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia itu berpandangan Prabowo yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 punya visi dan misi yang sama dengan Jokowi sehingga tim transisi tidak diperlukan pada masa peralihan pemerintahan.

“Ini, kan, dari ayah ke anak. Bapaknya menginginkan begini, anaknya yang melaksanakan. Jadi, untuk apa ada tim transisi?” ujar Ray pada Senin (26/2/2024).

Aktivis bernama asli Ahmad Fauzi itu menambahkan tidak ada hal prinsip yang mengharuskan perubahan perilaku, orientasi, model pendekatan, dan hal lain pada peralihan pemerintahan dari Jokowi kepada Prabowo.

Ray menuturkan yang dibutuhkan sebatas panitia pemindahan kekuasaan yang bukan tim transisi.

Jika sampai ada pembentukan tim transisi, ujar Ray, publik justru menganggap ada persoalan serius antara Jokowi dengan Prabowo.

Ray menduga ada tiga kekuatan dominan yang saat ini berada kubu Prabowo.

“Kelompok Pak Jokowi, kelompok Golkar yang sekarang lagi naik daun, dan kelompok Gerindra beserta Prabowo,” tutur Ray.

Pemerhati politik Ray Rangkuti mengatakan jika sampai ada pembentukan tim transisi berarti ada persoalan antara kubu Prabowo dengan kubu Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News