Jika Tak Dikontrol, Rokok Elektrik Ancam Petani Tembakau

Jika Tak Dikontrol, Rokok Elektrik Ancam Petani Tembakau
Petani tembakau. Ilustrasi Foto: Radar Solo/dok.JPNN.com

Secara terpisah, Pimpinan Ponpes Nurul Madinah NU Kuripan Lombok Barat TGH Subki Al Sasaki mengatakan, rokok elektrik menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang secara nyata memiliki dua sisi yang kadang berlawanan.

"Satu sisi teknologi ini bagus. Misalnya teknologi komunikasi yang makin berkembang. Di lain sisi, misalnya rokok elektrik, ini kan justru membentangkan problematika yang belum tuntas," katanya.

Menurutnya, kondisi ini yang dialami oleh petani tembakau yang ada di NTB yang kini harus berhadapan dengan rokok elekrik yang sedang menjadi tren di kalangan milenial.

Rokok elektrik, kata dia, sudah mulai merambah ke semua pasar dan dijadikan gaya kini dalam pergaulan.

Di sisi lain, kehadiran rokok elektrik ini berdampak signifikan terhadap laju harapan para petani tembakau khususnya yang ada di NTB. 

"Para petani tembakan di NTB mendapat tantangan tersendiri. Khususnya Lombok Timur dan Loteng yang memang dikenal sebagai penghasil tembakau," tukasnya.

Menurut TGH Subki, tantangan seperti ini harus bisa diminimalkan oleh pemerintah khususnya pemprov.

"Karena rokok elektrik ini juga kadar penyakitnya belum kita tahu sehingga pemerintah harus segera ambil tindakan," tegasnya.

Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Nusa Tenggara Barat Irfan mengatakan, pertumbuhan rokok elektrik di tengah situasi yang liberal tidak hanya menguntungkan negara dan pemerintah daerah, tetapi juga memangkas kebutuhan pasar tembakau.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News