Kamis, 21 Februari 2019 – 08:51 WIB

Jikustik Punya Vokalis Baru

Rabu, 19 Oktober 2011 – 09:35 WIB
Jikustik Punya Vokalis Baru - JPNN.COM

JAKARTA - Jikustik kembali meramaikan industri musik tanah air. Setelah "istirahat di tempat" selama kurang lebih tiga tahun, akhirnya band dari Jogjakarta itu bergerak. Bernyawa lagi. Mereka sudah memiliki Brian Prasetyoadi, vokalis baru yang masih berusia 19 tahun. Para personel Jikustik menyatakan, Brian menularkan energi dan semangat baru.

"Kayak sekarang, kami kan habis promo di radio. Habis itu, kami langsung ke sini. Rasanya ngantuk tadi. Tapi, lihat Brian yang selalu bersemangat, selalu cerewet kalau diwawancara, akhirnya kami ketularan energinya," tutur Carlo, drumer Jikustik.

Kemarin (18/10) mereka bertandang ke Graha Pena Jakarta untuk mempromosikan single terbaru mereka, Pujaan Hatiku, yang diambil dari album anyar, Kembali Indah. Sebelumnya, Brian merupakan additional player Jikustik sejak 2009. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, tersebut ternyata juga penggemar Jikustik.

Dengan kembali merilis album, papar Carlo, rasanya adem ayem. "Rasanya seperti habis dari luar, kan panasnya minta ampun, lalu masuk ke ruang ini, yang ada AC-nya. Adem," ungkap dia.

Sebelumnya, kondisi Jikustik bisa dikatakan porak-poranda. Itu terjadi setelah sang vokalis, Pongki Barata, memilih mundur dari band tersebut. Keputusan suami Sophie Navita itu membuat personel Jikustik yang tersisa, yakni Carlo, Adhit, Icha, dan Dadi, emosional dan marah.

Dadi menambahkan, sebetulnya personel Jikustik sudah memiliki firasat bahwa Pongki akan meninggalkan band yang membesarkan namanya itu. Firasat tersebut mulai muncul ketika Pongki sibuk dengan hal lain.

"Firasat sebenarnya ada. Tapi, keterbukaan yang tidak ada. Sampai akhirnya, Maret tahun ini dia resmi mengundurkan diri. Dengan pernyataan resmi itu, masalah tersebut terjawab dan kami anggap selesai," terang dia. 

Carlo menceritakan kondisi band yang memopulerkan lagu Seribu Tahun Lamanya itu setelah ditinggal Pongki. Tiap-tiap personel emosional. Bahkan, Dadi dan Icha sudah sempat mengundurkan diri.

"Saya masih ingat, kali terakhir manggung dengan Pongki itu 9 Juli 2009 di PRJ. Setelah itu, sejak Juli sampai akhir 2009 adalah masa menenangkan diri. Kami shock, kaget, emosional. Dadi dan Icha juga sempat mundur. Hanya saya dan Adhit yang masih bertahan, berdua," kenangnya.

Setelah suasana dingin, Carlo dan Adhit mengajak Dadi dan Icha duduk bersama. Karena alasan persahabatan, akhirnya mereka bergabung lagi dan memutuskan untuk melanjutkan karir.

Adhit menegaskan bahwa semua itu terjadi karena keinginan antara mereka dan Pongki sudah tidak sama. Kalau ada yang berpendapat bahwa kisruh Jikustik disebabkan Pongki tinggal di Jakarta, sedangkan personel lain tinggal di Jakarta, hal itu tidak benar. Sebab, ketika mengerjakan album Malam (2008), posisi para personel Jikustik sudah berpencar. "Icha kan tinggal di Samarinda sampai sekarang, Pongki di Jakarta. Bisa kok. Yang jelas, memang keinginan kami dan Pongki sudah berbeda," tegas dia. (jan/c11/ayi)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar