Joging di Beijing, Bos Facebook Menuai Cibiran

Joging di Beijing, Bos Facebook Menuai Cibiran
Mark Zuckerberg (depan), joging di Beijing. Foto: facebook/AFP

jpnn.com - BEIJING -  Meski kabut polusi masih menyelimuti Kota Beijing, tak membuat semangat bos sekaligus pencipta Facebook, Mark Zuckerberg untuk berolahraga surut...

Kemarin (18/3) bersama beberapa rekan, dia tampak menikmati joging pagi di sekitar Lapangan Tiananmen, tanpa masker. "Menyenangkan sekali bisa kembali ke Beijing,’’ tulis Zuckerberg di samping foto yang diunggahnya di akun Facebook-nya.

Di foto tersebut, dia terlihat menyunggingkan senyum sambil berlari-lari kecil. Suami Priscilla Chan itu didampingi lima orang yang sama-sama berpakaian olahraga dan bersepatu kets. Tiga di antara mereka berwajah bule, sedangkan dua lainnya oriental. 

Bersama rombongan, Zuckerberg memang sedang berusaha menarik simpati Tiongkok. Lebih tepatnya pemerintah Tiongkok. Sebab, mereka akan terlibat dalam pertemuan ekonomi yang diselenggarakan pemerintahan Presiden Xi Jinping. Pertemuan yang melibatkan para pebisnis top kelas dunia serta para tokoh keuangan tersebut menjadi ajang bincang bisnis antara mereka dan pemerintah Tiongkok.

Dalam pertemuan kali ini, Zuckerberg berharap mendapat restu dari pemerintahan Xi untuk mengembangkan Facebook di Negeri Panda. Sampai saat ini, Facebook belum mendapat akses untuk memasuki Tiongkok. Padahal, Zuckerberg sudah melakukan berbagai pendekatan. Termasuk menjadi fans Xi dan serius belajar Mandarin. Langkah Zuckerberg itu kerap menuai protes dari para pengguna Facebook. 

Kemarin, begitu ayah satu putri itu mengunggah fotonya, komentar dari para pengguna Facebook langsung membanjiri lamannya. Rata-rata menganggap keputusan Zuckerberg untuk joging tanpa masker di halaman gerbang Forbidden City itu sebagai sebuah kebodohan. Apalagi saat itu tingkat PM2,5 –partikel paling berbahaya di udara tercemar– di atas 300 mikrogram per meter kubik.

Level tersebut, menurut Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beijing, sangat berbahaya. Setidaknya 12 kali lipat rekomendasi WHO tentang ambang batas polusi udara. Pada level tersebut, pemerintah Beijing mengimbau semua orang untuk tidak beraktivitas di luar ruangan. 

Jika terpaksa meninggalkan rumah, warga diwajibkan memakai masker atau penutup hidung. "Dia (Zuckerberg, Red) adalah vacuum cleaner termahal di dunia,’’ tulis salah seorang pengguna Weibo. (afp/bbc/hep/c5/ami/adk/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News