John Riady Yakin Indonesia Sanggup Redam Potensi Inflasi
Di sisi lain, saat The Fed dan Bank Sentral Eropa berjibaku mengerek bunga hingga membuat sejumlah bank berjatuhan, kondisi inflasi di Indonesia justru masih tetap terjaga.
"Jadi memang itu yang sedang terjadi dan semua krisis yang kita hadapi 9 bulan terakhir ini, akar masalahnya inflasi. Sewaktu pasokan uang seolah disedot bank sentral, baru terlihat ada korban dari likuiditas, maka jatuhlah Silicon Valley Bank," kata John.
Dia mempercayai bauran kebijakan yang diterapkan Kementerian Keuangan hingga langkah Bank Indonesia dalam stabilisasi moneter masih efektif menjaga tingkat inflasi bahkan Indonesia sukses menjaga tingkat inflasi 3 persen.
Hal itu, jelasnya, tercermin dengan penerapan kebijakan bunga acuan BI yang selalu menyasar pengendalian inflasi inti.
Saat ini, dengan tingkat bunga acuan 5,75 persen, BI menargetkan inflasi inti dan IHK sesuai target.
Secara keseluruhan, John menilai perekonomian nasional saat ini sangat solid, sehingga memungkinkan untuk mencapai target pertumbuhan di kisaran 5 persen pada tahun ini.
Sebagai catatan positif lainnya, selama se-dekade, Indonesia juga keluar dari zona ekonomi rentan.
Sejauh ini, Indonesia juga masih bisa menikmati berkah komoditas yang tercermin dari moncernya surplus neraca dagang.
Langkah Bank Indonesia dalam stabilisasi moneter masih efektif menjaga tingkat inflasi bahkan Indonesia sukses menjaga tingkat inflasi 3 persen.
- Dampak El Nino, Bank Mandiri Proyeksi Inflasi 3,5 Persen
- ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp 100 Ribu untuk Pengguna
- Inflasi Riau Tembus 3,27 Persen pada Agustus 2026, Harga Ayam Jadi Pemicu
- Inflasi Tahunan Agustus 2026 Sebesar 3,19%
- Perdana, Kemunculan Perry Warjiyo Pascamundur dari Gubernur BI
- Destry Damayanti Sah Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Bilang Begini
JPNN.com




