Jokowi Blak-blakan soal Tukang Sulap Anggaran di Pusat dan Daerah, Pakai Kata Enggak Benar, Absurd

Jokowi Blak-blakan soal Tukang Sulap Anggaran di Pusat dan Daerah, Pakai Kata Enggak Benar, Absurd
Sambutan Presiden Jokowi pada Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah, Rabu (14/6). Foto: tangkapan layar YouTube BPKP

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap banyaknya cara penyusunan anggaran negara dan daerah yang tidak benar.

Dia juga menyebutkan ada uang miliaran rupiah dihabiskan untuk perjalanan dinas hingga hal-hal yang absurd.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah, di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta Timur, Rabu (14/6).

"Tadi disampaikan oleh Pak Ateh Kepala BPKP, banyak APBN dan APBD yang berpotensi tidak optimal. Ini perlu saya ingatkan kepada semuanya baik pusat maupun daerah dalam penggunaan yang namanya anggaran, karena 43 persen itu bukan angka yang sedikit. Ini cara penganggarannya saja sudah banyak yang enggak benar," kata Jokowi.

Jokowi mencontohkan penggunaan anggaran yang menurutnya tidak benar seperti dari anggaran Rp 10 miliar untuk stunting, Rp 5 miliar di antaranya digunakan untuk perjalanan dinas dan rapat.

Dia menyebutkan masyarakat jangan membayangkan anggaran Rp 10 miliar itu akan dibelikan berupa barang seperti telur, susu, sumber protein, atau sayuran.

"Coba dilihat detail, saya baru saja minggu yang lalu saya cek di APBD Mendagri, coba saya mau lihat. Rp 10 miliar untuk stunting. Cek perjalanan dinas Rp 3 miliar, rapat-rapat Rp 3 miliar, penguatan pengembangan apa-apa bla, bla, bla Rp 2 miliar yang benar-benar untuk beli telur itu enggak ada Rp 2 miliar," ujar Jokowi heran.

Dia pun meminta cara penganggaran APBN dan APBD untuk diubah.

Presiden Jokowi mengungkap banyaknya cara penyusunan anggaran negara dan daerah yang tidak benar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News