Jokowi Enggak Tahu Apakah Ini akan Lebih Buruk Lagi

Jokowi Enggak Tahu Apakah Ini akan Lebih Buruk Lagi
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui telekonferensi dari Istana Bogor, Selasa (28/7). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Sebulan setelahnya, Bank Dunia menyampaikan bahwa ekonomi global akan tumbuh pada posisi minus 5 persen.

Tiga minggu yang lalu, giliran OECD yang menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi pada minus 6 hingga 7,6 persen.

"Saya enggak tahu apakah ini akan bergerak lebih buruk lagi karena memang situasinya sangat dinamis sekali. Begitu juga dengan prediksi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara juga berubah-ubah," kata Jokowi.

Selain itu, IMF juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 3 besar setelah Tiongkok dan India.

Ekonomi Tiongkok diprediksi masih tumbuh 1,5 persen, disusul India yang diprediksi akan tumbuh 1,2 persen, lalu Indonesia di posisi 0,5 persen.

"Namun, dengan perubahan-perubahan yang makin buruk tadi, kami juga belum mendapatkan angka-angka yang paling akhir berapa posisi negara kita pertumbuhan ekonominya di 2020," imbuhnya.

Prediksi kondisi ekonomi Indonesia tersebut masih jauh lebih baik dibanding beberapa negara lain.

Jokowi memerinci, Prancis diperkirakan minus 17,2 persen, Inggris diperkirakan akan minus 15,4 persen, Jerman diperkirakan akan minus 11,2 persen, dan Amerika diperkirakan akan minus 9,7 persen. Menurut Jokowi, hal tersebut akan berimbas pada situasi geopolitik global.

Presiden Jokowi meminta TNI dan Polri waspada dan terus mengawasi situasi geopolitik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News