Jokowi Ingatkan ASEAN Butuh Arsitektur Keamanan yang Kukuh

Jokowi Ingatkan ASEAN Butuh Arsitektur Keamanan yang Kukuh
Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, berbincang ringan di sela KKT ASEAN di Laos. Foto: AFP

jpnn.com - VIENTIANE - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah maritim Asia Tenggara, yang akhir-akhir ini cukup bergolak. Hal ini diungkap Jokowi, dalam KTT ke-29 di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos, Kamis (7/9).

Keamanan perairan memang menjadi isu sentral dalam KTT kali ini. Jokowi menuturkan Asean memang memiliki berbagai kerjasama untuk penjaminan keamanan kawasan seperti ASEAN Plus Three (Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang), ASEAN Regional Forum, dan East Asia Summit (EAS).

Namun semua mekanisme itu belum sepenuhnya menjamin ketenangan. Sejumlah aktivitas di Asia Tenggara berpotensi meningkatkan ketegangan dan menyebabkan konflik terbuka. "Kita memerlukan arsitektur keamanan kawasan yang kukuh, yang komprehensif, yang memajukan sentralitas ASEAN,” ujar Jokowi.

Secara khusus, Jokowi mengingatkan kembali tujuh tujuan pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan East Asia Summit Bali Principles 2011. 

TAC merujuk pada perjanjian damai dan prosedur penyelesaian konflik tanpa ancaman dan kekerasan antarnegara Asean. Belakangan TAC juga diakui oleh negara lain di luar Asean termasuk Tiongkok. 

Sedangkan East Asia Summit Bali Principles 2011 adalah perjanjian antara negara-negara Asean dan beberapa negara lain termasuk Amerika Serikat dan Rusia. Kerja sama itu ditujukan untuk menciptakan perdamaian kawasan.

Lebih lanjut Jokowi juga menyoroti kondisi di wilayah maritim di Asean. Seperti pencurian ikan, sengketa wilayah, penculikan, dan perampokan serta terorisme. ”Jangan sampai aksi kriminal di laut kita menjadi 'a new normal'. Saya mendorong agar kita tingkatkan kerja sama keamanan laut,” imbuh presiden.

Pada saat pertemuan negara Asean dengan Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok, Jokowi pun menekankan hal yang serupa. Pada pertemuan dengan Premier RRT Li Keqiang, Jokowi mengingatkan kembali ketegangan yang berlangsung di Laut China Selatan yang harus disikapi dengan kepala dingin.

VIENTIANE - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah maritim Asia Tenggara, yang akhir-akhir

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News