Jokowi Kumpulkan Pengusaha, Bicara soal RUU Ibu Kota Baru

Jokowi Kumpulkan Pengusaha, Bicara soal RUU Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pengusaha di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/9).

Pria yang akrab disapa Jokowi itu membahas rencana pembangunan Ibu Kota baru Negara kepada para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menemani presiden menemui para pengusaha.

Menurut Airlangga, presiden juga membahas kelanjutan rencana pembangunan Ibu Kota baru Negara di depan para pengusaha.

Airlangga mengatakan pembahasan juga masuk mengenai Rancangan Undang-undang tentang Ibu Kota Baru. Di mana pembangunannya yang bisa memamakan waktu hingga sepuluh tahun lebih. 

"Disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan pembangunan Ibu Kota baru yang perencanannya akan terus dilaksanakan," kata Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengungkapkan bahwa ada sejumlah pembahasan antara presiden dengan pengusaha selain tentang Ibu Kota baru. Airlangga menyebut presiden mencatat usulan dari pengusaha.

Salah satunya, kata Airlangga, presiden menyampaikan bantuan kepada para pengusaha terkait masalah logistik yang terjadi belakangan ini. Terjadi kelangkaan kontainer yang menyebabkan terganggunya aktivitas ekspor-impor sehingga terjadi kenaikan tarif.

"Karena ini merupakan kejadian di level global akibat dr pandemi Covid, di mana jumlah kapal yang beredar berkurang dan kapal baru juga sedang dalam proses," ujar Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid menyatakan pengusaha mendukung rencana kelanjutan pembangunan Ibu Kota baru di dua kabupaten di Kalimantan Timur.

Pada prinsipnya, kata Arsjad, Ibu Kota baru nanti menjadi simbol negara yang disiapkan begitu matang dengan menonjolkan konsep ekonomi hijau.

Selain itu, Ibu Kota baru akan melengkapi masa keemasan Republik Indonesia pada 2045 yang memasuki usia satu abad.

"Ini adalah suatu simbol, dengan demikian kami mendukung sebagai simbol bagaimana menciptakan Indonesia yang baru dan menjadi Indonesia yang maju di 2045," ucap Arsjad. (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah pengusaha di Istana Negara untuk membahas Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota baru Negara.