Jokowi Sebut Tanggap Darurat Jakarta Bikin Arus Mudik Lebih Awal

Jokowi Sebut Tanggap Darurat Jakarta Bikin Arus Mudik Lebih Awal
Presiden Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi menyadari banyak warga DKI Jakarta yang sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing sejak virus corona mewabah dan ditetapkan sebagai daerah Tanggap Darurat Corona.

Menurut dia, fenomena tersebut membuat virus corona makin mewabah lebih luas di Indonesia.

"Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas Antisipasi Mudik Lebaran melalui telekonferensi di Istana Bogor, Senin (30/3).

Presiden mengaku menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X terkait peningkatan ruralisasi.

Jokowi mendengar pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya.

"Dan sejak penetapan Tanggap Darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik, terutama dari pekerja informal di Jabodetabek menuju Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, serta ke Jawa Timur," kata Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, selama delapan hari terakhir ini, ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa sekitar 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.

"Itu belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," kata Jokowi. (tan/jpnn)

Jokowi menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY terkait peningkatan ruralisasi.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News