Jokowi Uraa atau Oraa

Jokowi Uraa atau Oraa
Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar dan Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN

Kata Uraa yang diucapkan Putin membuat warganet Indonesia penasaran. Banyak yang menyebarkan video itu sehingga viral di mana-mana. Banyak pula yang mengedit video itu dan memberi narasi yang lucu.

Salah satunya suara Putin diganti dengan bahasa Jawa ‘’Opo kowe setuju Jokowi telung periode..?’’ (apa kalian setuju Jokowi tiga periode?).

Pasukan menjawab.

Oraa! (Tidaa..k).

Uraa di Rusia mirip ‘’hore’’ dalam bahasa Indonesia.

Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menyatakan perasaan gembira dan berbahagia pada momen perayaan atau pesta. Uraa juga memiliki maksud sebagai teriakan atau slogan penyemangat, khususnya di militer.

Ungkapan ini sering digunakan oleh orang-orang Rusia untuk membangkitkan semangat ketika melakukan berbagai hal, misalnya dalam pertandingan olahraga dan juga dalam pertempuran di medan perang. Ketika pasukan Rusia bisa mengusir pasukan Jerman dalam Perang Dunia II teriakan Uraa menjadi bagian dari selebrasi.

Teriakan semangat dalam perang juga dipunyai bangsa Jepang. Teriakan ‘’Banzai’’ khas Jepang sekarang populer dan dikenal orang di seluruh dunia.

Keputusan final tetap berada di tangan rakyat, Jokowi Ora atau Jokowi Uraa. Semua bergantung pada rakyat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News