JPNN.com

Jokowi Yakin Konsep Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Rabu, 26 Februari 2020 – 22:10 WIB Jokowi Yakin Konsep Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Perhatian Dunia - JPNN.com
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meyakini konsep Ibu Kota baru Indoenesia bakal menjadi perhatian dunia. Hal ini disampaikan Jokowi saat menggelar rapat terbatas membahas langkah-langkah percepatan pembangunan ibu kota baru bersama jajaran terkait di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Dalam arahannya, Jokowi menyampaikan konsep pembangunan ibu kota baru Indonesia didesain untuk menjadi kota hijau dan kota pintar mengundang ketertarikan sejumlah negara sahabat. Negara-negara sahabat tersebut juga sudah menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama dalam pembangunan ibu kota baru.

"Saya ingin menyampaikan konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia dan bahkan negara-negara sahabat sudah mulai menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama," ujar dia.

Yang terbaru, Korea Selatan yang bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menyampaikan ketertarikan. Korea Selatan sendiri memiliki pengalaman dalam pembangunan kota hijau dan berkelanjutan.

"Ini saya kira sebuah sinyal yang bagus. Oleh sebab itu, perlu disiapkan detail-detail proses kerja sama antara kita dengan negara lain," ucapnya.

Sebagai langkah pertama, Jokowi meminta jajarannya untuk menyiapkan dan menyelesaikan seluruh payung hukum yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota tersebut.

"Saya sudah mendengar dari Menteri Bappenas bahwa (rancangan) undang-undangnya juga sudah selesai dan mungkin akan disampaikan ke DPR setelah reses. Saya kira ini sebuah persiapan yang memang penting agar payung hukum yang dibutuhkan betul-betul sudah siap," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi kembali mengingatkan bahwa pembangunan dan pemindahan ibu kota baru ini tak hanya berarti berpindah lokasi dan mengelola sebuah kota yang seperti biasanya. Melainkan, dibutuhkan pula cara dan sistem kerja baru di dalamnya yang memungkinkan pemerintah untuk bekerja secara lebih efisien dan efektif.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...