Jumlah Pengusik Pancasila Sedikit, Tapi Sangat Aktif

Jumlah Pengusik Pancasila Sedikit, Tapi Sangat Aktif
Garuda Pancasila. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengajar Magister Hukum Universitas Atmajaya Surya Tjandra menilai kondisi nasional saat ini baik-baik saja. Pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara hanyalah sebagian kecil.

Apalagi, lanjutnya, hasil survei SMRC beberapa waktu lalu juga memperlihatkan hanya 7 persen yang menginginkan ISIS atau 12,5 juta orang di Indonesia.

"Cuma masalahnya mereka yang anti Pancasila, sering berteriak-teriak. Mereka yang tak inginkan Pancasila sering ribut-ribut, mereka sangat aktif di antaranya lewat media sosial," ujar Surya pada diskusi 'Sehati Sepikir Dalam Kebhinnekaan'yang digelar Perkumpulan Kebangkitan Indonesia Baru di kawasa Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/6) petang.

Sementara mayoritas masyarakat yang tetap menginginkan Pancasila sebagai dasar negara, kata Surya, hanya diam saja. Akibatnya, bukan tidak mungkin kekhawatiran Indonesia terpecah beberapa tahun mendatang menjadi kenyataan.

"Kalau kondisi ini tidak disikapi dengan baik, maka hanya tinggal menunggu waktu saja," ucap Surya.

Menghadapi kondisi yang ada, Surya mengajak seluruh elemen saling bahu membahu membumikan Pancasila.

Caranya, dengan terlebih dahulu mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan pribadi masing-masing dan di tengah lingkungan masing-masing.

"Jadi bagi masyarakat yang peduli dengan NKRI dan Pancasila, harus bersama-sama mendukung Presiden Joko Widodo," kata Surya.

Pengajar Magister Hukum Universitas Atmajaya Surya Tjandra menilai kondisi nasional saat ini baik-baik saja. Pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News