Kabar PHK, LinkedIn Merumahkan 668 Karyawannya

Kabar PHK, LinkedIn Merumahkan 668 Karyawannya
Logo LinkedIn. Foto: Antara/Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Kabar kurang sedap datang dari LinkedIn, yang akan memberhentikan 668 karyawan di seluruh tim teknik, talenta, dan keuangannya pada putaran kedua pemutusan hubungan kerja tahun ini.

Pemutusan huhungan kerja (PHK) karyawan LinkedIn, yang berdampak pada lebih dari 3 persen dari 20.000 staf, menambah puluhan ribu pekerjaan yang hilang tahun ini di sektor teknologi.

“Sementara kami menyesuaikan struktur organisasi dan menyederhanakan pengambilan keputusan, kami terus berinvestasi dalam prioritas strategis untuk masa depan kami dan memastikan kami terus memberikan nilai bagi anggota dan pelanggan kami,” kata LinkedIn, disiarkan Reuters.

Perusahaan ketenagakerjaan - Challenger, Gray & Christmas melaporkam bahwa sektor teknologi di Amerika Serikat telah memberhentikan 141.516 karyawan pada paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan sekitar 6.000 pada tahun lalu.

LinkedIn menghasilkan uang melalui penjualan iklan dan dengan mengenakan biaya berlangganan untuk perekrutan, serta penjual profesional yang menggunakan jaringan untuk menemukan kandidat pekerjaan yang sesuai.

Pada kuartal keempat tahun fiskal 2023, pendapatan LinkedIn meningkat 5 persen tahun-ke-tahun, dibandingkan 10 persen pada kuartal sebelumnya.

Microsoft sebagai induk Linkedln menyebut perlambatan dalam perekrutan dan penurunan belanja iklan sebagai hambatan, meskipun mereka terus menambah anggota baru ke komunitasnya yang berjumlah 950 juta orang.

LinkedIn pada Mei memutuskan untuk memangkas 716 pekerjaan di tim penjualan, operasi, dan dukungan untuk menyederhanakan operasinya serta menghilangkan lapisan guna membantu membuat keputusan lebih cepat. (reuters/ant/jpnn)


Kabar kurang sedap datang dari LinkedIn, yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 668 karyawan di seluruh tim teknik, talenta, dan keuangan


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News